10 Tahun PKH, Program Pengantasan Kemiskinan Yang Makin Mapam

| Oktober 29, 2017 | 0 Comments | Dibaca 42 kali

Perjalanan PKH di Indonesia (2007-2017) Dalam Program Pengantasan Kemiskinan di Indonesia,  Perjalanan Program Keluarga Harapan memasuki 10 tahun, usia program pengantasan kemiskinan yang makin mapam di negeri ini, banyak perubahan dari perspektif Kebijakan, Syarat, Jumlah bantuan dan Perubahan perilaku.

Ada hal yang menarik dari penjelasan Ibu Menteri Sosial ada saat pembukaaan Coaching Fasilitator Bimbingan Teknis Validasi Perluasaan KPM PKH Tahun 2018. Dimana PKH dianggap sebagai Program yang dapat menurunkan angka kemiskinan yang signifikan. Berdasarkan persentase penduduk miskin Maret 2016 sebesar 10,86% menurun menjadi 10,70%, september 2016 dan menjadi 10,64% pada Maret 2017. Secara agregat dalam satu tahun Penduduk miskin berkurang 234.190 Jiwa. Penduduk miskin di perdesaan turun sebesar 181.920 jiwa, namun di perkotaan meningkat sebesar 188.190 ribu (sumber data: BPS 2017).

Program Keluarga Harapan adalah Program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin yang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat PKH. Tujuan dari Program ini antara lain, 1. Meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial, 2. Mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan, 3. Menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial, dan 4. Mengurangu kemiskinan dan kesenjangan (Sumber: Permensos No 10 Tahun 2017 tentang Program Keluarga Harapan).




Dalam perkembangannya terjadi inovasi penyaluran bantuan program Keluarga harapan dari tunai ke non tunai, sistem ini menajdi karya yang sangat inovatif yang digunakan di banyak negara yang melakukan Canditional Cash Transfer,dalam hal ini Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) merupakan sarana untuk menyalurkan bantuan sosial dan subsidi pemerintah. KKS juga mempunyai fungsi ganda yaitu menjadi Tabungan dan Dompet (e-wallet).

Harus diakui bahwa dampak nilai dari bantuan sosial yang di dapatkan dalam Program Keluarga Harapan adalah Penduduk miskin lebih rentan terhadap perubahan inflasi dan kegiatan pendapatan mereka. Nilai bantuan sosial, PKH tahun 2007 mencapai Rp. 187 ribu per bulan/keluarga. Pada tahun 2017 hanya mencapai Rp. 157,5 ribu/bulan. Sementara angka inflasi setiap tahun berkisar 2-3%. Jika tahun 2018 sistem targeting bisa terintegrasi untuk bantuan sosial dan subsidi pemerintah dapat dipastikan dampak pengurangan kedalaman dan keparahan kemiskinan lebih signifikan.

Dalam PKH adalah sebutan komplementaritas, bahwa setiap Peserta PKH harus mendapatkan Program Komplementaritas antara lain BPNT, Rutilahu, KIP, KIS, Subsidi PLN, Subsidi LPG, dan Aslut.

Program ini mempunyai unjuk tombak dilapangan yang disebut dengan pendamping tugasnya adalah melakukan fungsi fasilitasi, mediasi dan advokasi terhadap KPM. Antara lain memastikan bantuan tepat sasaran, tetap jumlah, dan tepat waktu. Mengadakan pertemuan kelompok bulanan dengan KPM PKH dampingannya dalam format Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2), melakukan fungsi penanganan pengaduan, dan melakukan edukasi pada KPM tentang Kebijakan Baru PKH. Konsep Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) antara lain Modul Peningkatan Kemampuan Keluarga dimana Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, Perlindungan Anak dan Kesejahteraan Sosial, dimana FDS kalau ini dilakukan dengan baik dipastikan terjadi perubahan perilaku KPM. Sukses Selalu PKH, dan tetap ada untuk melayani Kemanusiaan.

(Catatan ini ditulis di Mercure Hotel pada saat Coching Fasilitator Bimbingan Teknis Validasi Tahun 2018)

Koordinator Wilayah Maluku I Ali Moomini Talaohu

Sumber  _https://www.kompasiana.com/alimoomini85/59f4633bed4ed6478d551342/perjalanan-pkh-di-indonesia-2007-2017-dalam-program-pengantasan-kemiskinan

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: Berita Utama

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.