Dana Keluarga Penerima Manfaat Gresik Rp4 M Nyantol di Pusat

| September 26, 2016 | 0 Comments | Dibaca 42 kali

Dana Keluarga Penerima Manfaat Rp4 M Nyantol di Pusat, Ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) atau keluarga miskin harus bersabar. Pasalnya, dana bantuan untuk triwulan ketiga di Kabupaten Gresik sebesar Rp4 miliar masih nyantol hingga belum dapat dicairkan.

Data Unit Pelaksana Program Keluarga Harapan (UPPKH) Kabupaten Gresik, jumlah dana bantuan tahap tiga itu sebesar Rp4 miliar. Dana itu diperuntukkan bagi 15.365 penerima program keluarga harapan. Penyaluran dana itu melalui kantor pos di masing-masing kecamatan. Ketua UPPKH Kabupaten Gresik Kamhadi Sutrisno mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan kapan dana tersebut dicairkan.

Sebab, PKH hanya sebatas pelaksana sedangkan proses pencairan bantuan itu diatur pusat. “Data sudah kami setorkan ke pusat sejak Agustus lalu, tinggal menunggu pencairan saja. Seharusnya, September ini atau paling lambat awal Oktober sudah cair,” katanya, kemarin. Sementara pada triwulan pertama dan kedua, pencairan bantuan tersebut tidak molor. Hanya saja, jumlah nominal bantuan itu berbeda-beda. Setiap pencairan jumlahnya tidak sama dan disesuaikan dengan penerima.




“Kemungkinan keterlambatan ini karena ada validasi data. Sebab, data yang lama belum dilakukan validasi sehingga yang kaya tidak lagi menerima bantuan. Kalau kaya berarti tidak layak menerima dan langsung kami coret,” ungkapnya.

Koordinator PKH Kabupaten Gresik Lestari Widodo menambahkan, setiap hari pihaknya melakukan update data penerima bantuan PKM. Ia mengakui, beberapa kali menemukan data kotor yang tidak sesuai dengan kondisi penerima di lapangan. Misalnya, orang kaya, tapi masih menerima bantuan PKM.

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: Berita Utama

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.