KPM PKH dulu keluarga penerima manfaat sekarang menjadi distributor sayuran

Seorang ibu yang bernama Jubaedah (40) sekarang menjadi distributor sayuran yang dipasarkan ke pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon, dengan segala keterbatasan ekonomi yang di alami sama ibu Jubaedah dari kecil ternyata tidak menyurutkan semangatnya. Beliau memiliki seorang suami yang menjadi petani dan memiliki 7 anak, tetapi sekarang sisa 5 anak karena 2 orang meninggal dunia dan semua anaknya mondok di Pesantren yang ada di Kuningan, Jawa Barat.

Ibu Jubaedah menjadi peserta Program Keluarga Harapan (PKH) pada tahun 2014, dengan kondisi awal hanya berjualan sayuran keliling menggunakan sepeda dan tinggal dirumah sangat sederhana segala keterbatasan ekonomi tetapi tetap semangat untuk mau berusaha agar usaha yang dia miliki lebih maju. Beliau di dampingi oleh Mba Rinna Yuliastanti (pendamping 2014) sampai akhir tahun 2017, menurut mba Rinna “Ibu masih semangat dari awal yang tidak memiliki apa-apa sekarang apa-apa dimiliki dan usaha yang ia miliki menjadi maju karena ingin belajar. Meskipun ibu sudah tidak menjadi peserta PKH masih memiliki keinginan untuk membantu anggota-anggota lainnya dalam hal mengkoordinir dan memberikan informasi kepada anggota karena di daerah Cibogo dengan memiliki keterbatasan pengetahuan, meskipun di Kota Cirebon ada di salah satu daerah yang masih mempercayai budaya nilai-nilai luhur nenek moyang dan agama yang sangat kuat.”

Pada tahun 2016, kelompok ibu Juju diberikan kesempatan untuk bantuan oleh pemerintah yaitu Kelompok Usaha Bersama “KUBE” dari APBN yang diberikan modal sebesar Rp. 20.000.000 untuk 10 orang anggota membuka usaha warung sembako. Ibu juju sebagai ketua untuk mengkoordinasi bagaimana agar warung sembako berjalan lancar dan anggota dapat sejahterah dengan mendapatkan keuntungan secara bersama. Ibu juju belajar mengenai pembukuan mengatur bagaimana cara uang masuk dan uang keluar agar tidak menjadi rugi dan mendapatkan keuntungan yang dapat dibagi 10 orang anggota. Sehingga kube yang di kelola ibu Juju dan anggora berjalan lancar hingga sekarang dan memiliki keuntungan secara bersama.




 

Seiring berjalannya waktu ibu Juju dapat mengoptimalkan untuk mengembangkan usaha sendirinya yaitu berjualan sayuran, dengan cara menjadi bandar sayuran untuk menerima sayuran-sayuran dari petani yang ada di daerah cibogo. Semenjak ibu Juju menjadi bandar dan mencoba memasarkan sayuran ke pasar tradisional yang ada di Kota Cirebon hasilnya ibu juju hingga sekarang memiliki jaringan yang luas untuk memasarkan hasil sayurannya dari daerah Cibogo yang di jual ke pasar Jagastru dan pasar perumnas. Selain menjadi distributor sayuran ke pasar tradisional, ibu juju masih berjualan warung dirumahnya untuk berjualan sembako dan sayuran untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan membantu biaya anak yang lagi di pesantren. Semakin hari usaha Ibu Juju makin maju dan sukses harapan yang dimiliki ingin memiliki kios sayuran sendiri di pasar tradisional dan menjadi pemasok sayuran untuk pasar yang ada di kota Cirebon.

Namun demikian perjalanan hidup Ibu Juju dengan segala yang terjadi dikehidupannya masih terus semangat dan memahami bahwa sebuah bantuan dari pemerintah di pergunakan dengan sebaiknya. Selain itu pelajaran yang dapat di ambil hikmahnya adalah jangan pernah putus asa apabila kita belum pernah mencoba dan jangan pernah merasa tidak berguna untuk orang lain selagi kita bisa membantunya.

Suatu kebanggaan sendiri untuk PPKH Kota Cirebon dapat memandirikan kpm atas nama Ibu Jubaedah (40) semoga cerita ibu dapat bermanfaat untuk orang banyak dan dapat menginspirasi Kpm lainnya.

Nama : NUR RAHMAWATI S, PPKH KOTA CIREBON/ SUPERVISOR

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: PKH Inspiration

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.