E-Warong PKH BNI Pertama di Bali, Di buka Mensos 

Oleh | Pada Oktober 11, 2016

E-Warong Pendampung Keluarga Harapan  BNI Pertama di Bali, Di buka Mensos,

Kementerian Sosial RI (Kemensos) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperluas jangkauan Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera (KMIS), yang dikembangkan dalam bentuk Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Elektronik Program Keluarga Harapan (e-Warong KUBE PKH). Kali ini, BNI dan Kemensos membuka dua e-Warong KUBE PKH di Kota Denpasar, Bali.

Pembukaan dilaksanakan di e-Warong KUBE PKH Penatih yang dikelola oleh Ni Wayan Wahyuni Asih di kawasan Saba, Desa Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar, Bali. Selain itu, e-Warong KUBE Ubung Kaja yang dikelola oleh Ni Ketut Kartini di Desa Ubung Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Denpasar, Bali.



Keduanya diresmikan pada 9 Oktober 2016 dan dihadiri oleh Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koperasi dan UKM RI Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan Wakil Direktur Utama BNI sekaligus Koordinator Penyaluran Bantuan Sosial dari Bank-bank Milik Negara Suprajarto.

Setiap e-Warong KUBE PKH merupakan KMIS yang masing-masing memiliki 612 keluarga. Peresmian kedua e-Warong KUBE PKH di Denpasar tersebut menandai dimulainya Program e-Warong KUBE PKH lainnya di Bali.

Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, program e-Warong KUBE PKH adalah ikhtiar pemerintah untuk menyalurkan bantuan sosial dan subsidi nontunai, sekaligus untuk mendorong semangat menabung masyarakat. Bantuan sosial (bansos) akan disalurkan melalui e-Warong KUBE dalam buku tabungan, yang dilengkapi oleh Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang berfungsi sebagai ATM. Tabungan dan KKS diterbitkan di e-Warong KUBE yang juga berfungsi sebagai Agen BNI.

“Dengan e-Warong KUBE PKH ini tidak perlu khawatir sisa uang bantuan sosial akan habis, karena uangnya tersimpan di tabungan yang disediakan BNI. E-Warong KUBE PKH juga akan menghilangkan ketergantungan warga terhadap rentenir,” terang dia dalam siaran pers yang diterima Investor Daily, Minggu (9/10).

Suprajarto menambahkan, teknologi terbaru yang dipakai BNI pada KKS sangat bermanfaat bagi penerima bansos, karena ada dua fungsi yang tertanam pada kartu tersebut, yaitu sistem saving account sekaligus sebagai e-wallet. Dengan fungsi tersebut, penerima manfaat bansos dapat membelanjakan dana bantuan atau subsidi untuk pembelian bahan kebutuhan pokok, atau menarik dana bansos secara tunai.

“Ke depan akan kami manfaatkan untuk subsidi, misalnya gas 3 kilogram bersubsidi. Pemda juga dapat memanfaatkan teknologi kartu kami untuk penyaluran bantuan-bantuan di daerah,” jelas dia.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan dan Transaksional Perbankan BNI Adi Sulistyowati mengungkapkan, BNI sangat siap menyalurkan bansos subsidi nontunai.

BNI telah menyiapkan Program Penyaluran Bansos Nontunai PKH sejak awal dan turut menyusun sistemnya sejak permulaan bersama Kemensos. BNI telah mengujicoba program tersebut di beberapa kota di Jawa dan hasilnya memuaskan. Uji coba tersebut dilaksanakan dalam kerangka pengembangan e-Warong KUBE antara lain di Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, DKI Jakarta, Solo, Boyolali, Semarang, Bogor, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Bandung, Kediri, Probolinggo, dan Pasuruan.

BNI bersama Kemensos juga mulai memperluas cakupan program tersebut ke luar Jawa, yaitu di Denpasar. BNI siap melayani penerima manfaat di seluruh jaringan BNI yang didukung oleh lebih dari 1.800 outlet, lebih dari 14.000 Agen46, dan lebih dari 16.000 ATM.

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Category: PKH TERKINI

Close