Gerakan Keluarga Penerima Manfaat Sadar Gizi Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi

| Juli 24, 2018 | 0 Comments | 479 views

Program Keluarga Harapan di Kabupaten Banyuwangi mulai ada tahun 2007, ada 7 kecamatan dari 24 kecamatan di Kabupaten Banyuwangi sebagai pilot project dari pemerintah saat itu. Tidak kurang dari 50 pendamping PKH bahu membahu dalam mengubah pola pikir dari sasaran atau lebih dikenal dengan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang salah satu syaratnya adalah memiliki komponen mulai dari ibu hamil/ nifas, anak sekolah (SD dan SMP), dan lansia.

Lebih dari 10 tahun program pemerintah ini masih eksis dan banyak manfaat khususnya memutus tali kemiskinan serta pemberdayaan KPM, banyak kebijakan pemerintah yang diperbarui di beberapa hal, seperti komponen anak sekolah ditambah sampai jenjang SMA, hal tersebut guna mensinkronkan dengan program wajib belajar 12 tahun serta komponen lansia yang awalnya minimal 70 tahun menjadi 60 tahun, dan masih ada beberapa tambahan lainnya sesuai tertuang di Peraturan Menteri Sosial No. 1 Tahun 2018.

Pada tahun 2018 ini jumlah Keluarga Penerima Manfaat PKH di Kabupaten Banyuwangi total berjumlah ± 70.000  yang tersebar di 25 kecamatan (+1 Kecamatan Blimbingsari), sedangkan di Kecamatan Singojuruh sendiri yang terdiri dari 11 Desa, memiliki jumlah Keluarga Penerima Manfaat PKH sebanyak ± 3.000 orang. Kami selaku pendamping sosial PKH perlu melakukan inovasi, ide kreatif, serta mengajak stakeholder agar bisa memberdayaan Keluarga Penerima Manfaat PKH dengan muara terakhir graduasi mandiri sehingga apa yang sudah menjadi tujuan program keluarga harapan dari awal bisa tercapai. Ada beberapa hal agar graduasi mandiri bisa tercapai, salah satu pointnya adalah bagaimana kesehatan Keluarga Penerima Manfaat terjamin? yaitu kesadaran akan gizi yang dikonsumsinya.



Kesehatan dalam hal ini berperan sangat vital, bagaimana mau maju jika fisiknya kurang mendukung, bagaimana mau berinovasi jika pola makannya tidak teratur, dan bagaimana mau berdaya jika asupan gizinya kurang. Keluarga penerima manfaat baik yang hamil, balita, anak-anak, remaja, sampai lansia wajib memperhatikan kandungan gizi dalam setiap makanan, asupan karbohidrat, protein, mineral, zat besi, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, kami selaku pendamping sosial PKH Kecamatan Singojuruh ingin memulai suatu program “Gerakan Keluarga Penerima Manfaat Sadar Gizi” yang sasarannya seluruh keluarga penerima manfaat (KPM) PKH Se Kecamatan Singojuruh, Program G-KPM DARZI in syaa Allah sudah selaras dengan program pemerintah di bidang kesehatan dan juga sesuai dengan buku pedoman program keluarga harapan khususnya komponen kesehatan, oleh karenanya program ini sengaja kami terapkan kepada KPM PKH agar ada perbaikan gizi sehingga fisik dan psikisnya juga akan berkembang dengan baik.

Pada hari Jum’at, 20 Juli 2018 di Balai Desa Lemahbang Kulon agenda soft Launching Program G-KPM DARZI terlaksana dengan baik, program ini dimulai dari Desa Lemahbang Kulon dan selanjutnya ke 10 Desa lainnya secara serentak pada bulan Agustus 2018. Pada pertemuan kali ini dihadiri oleh Peksos Supervisor, Koordinator Kecamatan, Pendamping Sosial PKH Kec. Singojuruh, Perangkat Desa Lemahbang Kulon, KKN Universitas PGRI Banyuwangi, KKN Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi, serta 185 Keluarga Penerima Manfaat PKH wilayah Desa Lemahbang Kulon. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan sambutan dari Sdr. Iksan selalu inisiator program, berikutnya Bapak Agin selaku Kepala Desa Lemahbang Kulon, dan diakhiri oleh Bapak Asep Riyadi, selaku Pekerja Sosial Supervisor dan perwakilan dari Dinas Sosial Kabupaten Banyuwangi, menurut beliau, program ini sangat baik, karena fokus utama adalah KPM PKH dan juga menekankan kepada KPM PKH agar aktif dalam FDS atau Sekolah PKH dimasing-masing kelompok.

Program G-KPM DARZI kali ini fokus pada olahan Ikan Laut, pukul 08.00 WIB Keluarga Penerima Manfaat sudah stanby di Balai Desa sambil membawa bekal olahan ikan laut, mereka terlihat antusias, pada saat kami menanyakan kepada KPM jenis ikan apa yang dibawa, mereka malu-malu menjawabnya, ternyata jenis ikan yang KPM bawa banyak yang asing ditelinga kami, seperti: cukmuk, selengseng, bernying, jenis ikan tersebut bukannya spesies baru, tetapi nama saja yang berubah, misalnya cukmuk, sejenis ikan asin yang ukurannya kecil. Selain itu, jenis ikan lainnya ada lemuru, kenyar, teribang, teri yang sudah dikenal masyarakat luas. Ikan tersebut juga disajikan dalam berbagai macam olahan, seperti di goreng dengan sambel trasi, dibakar, santan, dan lain sebagainya. Selain menu olahan ikan, ada minuman yang diproduksi sendiri oleh KPM PKH yaitu Susu Kedelai.

Program G-KPM DARZI diakhiri dengan makan bersama, tidak ada batasan antara SDM PKH, Perangkat Desa, dan KPM PKH, semuanya menjadi satu, bahkan para pendamping juga ikut mencicipi olahan para KPM PKH, sebaliknya KPM PKH ikut merasakan masakan yang telah dibuat oleh pendampingnya, suasana cair, kekeluargaan terpancar pada acara pagi ini. Sebelum acara diakhiri, Pendamping Sosial PKH dalam hal ini Sdr. Iksan mengucapkan banyak terimakasih kepada seluruh stakeholder yang ikut mensuskseskan acara ini, khususunya kepada KPM PKH yang rela meluangkan waktu, rela menyisihkan dana untuk mengolah masakan ikan laut. Semoga agenda ini barokah untuk semuanya.

Selanjutnya Program G-KPM DARZI dilaksanakan setiap bulan sekali di masing-masing ketua kelompok, menunya juga bergantian sehingga kami akan selalu berkoordinasi dengan beberapa ahli dari Dinas Kesehatan khususnya ahli gizi serta Puskesmas melalui Puskesmas pembantu yang ada di wilayah desa masing-masing. Intinya menu yang nantinya dikonsumsi kaya akan gizi, seperti ikan laut, sayur-sayuran, buah-buahan, susu murni, susu kedelai, dan lain sebagainya. Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH setiap bulannya membawa hasil masakan sendiri dan dinikmati sendiri bahkan juga bisa berbagi dengan KPM yang lain dalam satu kelompok. Sedangkan untuk makanan atau minuman yang belum bisa di produksi sendiri, pendamping sosial PKH menyarankan untuk membeli kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di wilayah masing-masing seperti susu kedelai, itupun tidak menjadi suatu kewajiban bagi KPM PKH.

 

Danang Iksan Maulana – Kecamatan Singojuruh Kabupaten Banyuwangi

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: UPPKH

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.