Graduasi Mandiri KPM PKH, Ibu Apiya dan Ibu Asmara KPM PKH Cangkingan

Oleh | Pada Oktober 5, 2018

Graduasi Mandiri KPM PKH- Ibu Apiya dan Usaha Jahit Rumahan  Saat KPM mengalami peningkatan ekonomi dan memiliki kesadaran diri kerena keluarganya sudah sejahtera lalu mengundurkan diri dari kepesertaan PKH tanpa paksaan dan sukarela karena KPM (Keluarga Penerima Manfaat) sadar bahwa dirinya SUDAH TIDAK LAYAK MENDAPATKAN BANTUAN dari PKH lagi. Itu merupakan prestasi baik bagi KPM PKH ataupun pendamping dengan memilih Graduasi Mandiri berarti tujuan dari PKH sudah berhasil, yaitu mensejahterakan keluarga dan mengubah Mind set KPM PKH.

Jum’at 2/8. Ibu Apiyah, wanita 42 Tahun ini menyatakan diri untuk keluar dari kepesertaan PKH karena merasa sudah mampu dan hidup mandiri dengan penghasialan dirinya dari usaha rumah jahitan, Ia yakin bahwa yang dihasilkannya mampu menghidupi anak anaknya dan menghantarkan mereka hingga ke bangku kuliyah nanti. Usaha jahitan rumahan yang telah lama Ia jalani ini semakin hari semakin terlihat menghasilkan dan menuai keuntungan yang bertambah besar. Dulu hanya 20-30 Ribu perminggu, lain dengan sekarang Ia mampu menghasilkan 60 Ribu dari satu baju yang dijahitnya, pun bisa 3-10 Baju pesanan yang harus dijahit.

 



Graduasi Mandiri KPM PKH, Ibu Apiya dan Ibu Asmara KPM PKH Cangkingan

Gambar 1: Usaha Jahitan Ibu Apiyah

Karena alasan itu Ibu Apiyah, yang tinggal di lingkungan Blok Kitana Lor Rt 4, Rw 2 Kelurahan Cangkingan, Kecamatan Kedokan Bunder- Indramayu ini menyatakan siap Graduasi dan keluar dari kepesertaan PKH.

Graduasi Mandiri KPM PKH, Ibu Apiya dan Ibu Asmara KPM PKH Cangkingan

Gambar 2: Graduasi Mandiri Ibu Apiyah


Ibu Asmara KPM PKH Cangkingan yang Graduasi Mandiri dan Kisah Sukses Anaknya Sebagai TKI Ibu Asmara merupakan KPM PKH yang tinggal di Jl. Karanganyar Rt 19, Rw 8 Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Tengah. Ibu Asmara Tercatat Sebagai penerima bantuan PKH sejak tahun 2008 hingga 2018, Ia menyatakan keluar dari kesertaan PKH dikarenakan Ibu Asmara memiliki anak yang sukses bekerja sebagai TKI, membangun rumah yang besar dan membuat kan Ibu Asmara sebuah warung klontong. Sehingga ibu Asmara merasa mampu menghidupi dirinya.


Ibu Asmara pun kini tidak khawatir lagi tentang kondisi ekonomi keluarganya. Anaknya sudah mengubah keadaan ekonomi mereka jadi jauh lebih baik dan penghasilannya dari warung pun lebih dari cukup untuk memenuhi kebuutuhan sehari-hari sehingga ibu Asmara Keluar dari kepesertaan PKH dengan sukarela.

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags: , , ,

Category: PKH Inspiration

Close