Hidayah Ramadhan, 11 keluarga Penerima Manfaat bantuan sosial PKH Desa Jetis Mengundurkan diri secara sukarela.

Oleh | Pada Juli 3, 2019

Walapun belom mempunyai rumah yang bagus, emas diatas 10 gram ataupun mempunyai mobil warga jetis dengan sukarela menghubungi saya sebagai pendamping sosial desa jetis untuk graduasi mandiri. Sebagian dari 11 keluarga penerima bantuan sosial pkh adalah kenggotaan kohort 2013 sisanya angkatan baru kohort 2018.

Sementara itu, Pendamping Sosial Desa Jetis Riwi Arif Pratomo mengaku kaget dan terharu ketika pertemuan kelompok 1 desa Jetis Kecamatan Delanggu Kabupaten Klaten 8 anggota kelompok kohort 2013 berbicara mengutarakan niatnya untuk keluar dari program PKH. Padahal menurutnya, ibu ibu tersebut masih layak untuk mendapat bantuan sosial PKH, “Memang keputusan kami sudah dimusyawarahkan sama suami dan keluarga, tanpa ada paksaan,  biar bantuan itu untuk yang lain yang betul-betul membutuhkan. Bersyukur saya merasakan dapat bantuan PKH kata ibu atik.



Ibu Sulistina salah satu dari 11 kpm PKH yang mengundurkan diri menerangkan bahwa keluarganya menjadi peserta penerima bantuan PKH sejak 2013. Dimana bantuan tersebut biasa digunakan untuk membeli keperluan sekolah anaknya, kemudian kebutuhan makanan keluarga. “Kini, saya merasa ekonomi keluarga sudah membaik. Sehingga bantuan yang selama ini kami terima, bisa disalurkan ke keluarga lain yang memang berhak,” katanya. Dikarenakan masih banyak tetangga yang jauh dibawah perekonomian dari keluarga ibu sulistina.

Ada juga penerima PKH kohort 2018 yang juga ikut mengundurkan secara sukarela dia adalah ibu nikmah, ibu sri harnanik dan Ibu Tarra Hertita walaupun mereka baru mnjadi anggota PKH mereka bertekad mandiri kedepannya. Contohnya keluarga  Ibu Tarra yang bekerja memenuhi kebutuhan keluarga hanya suaminya, dan masih punya komponen pendidikan katagori smp kelas 2 dan komponen kesehatan katagori balita. Dengan anak yang masih kecil dan masih banyak membutuhkan biaya tak membuat ibu tarra berpangku tangan, tapi ibu tarra mencoba untuk membantu suami dengan berjualan online atau online shop baju, dari berjualan tersebut bisa membantu perekonomian keluarga ibu tarra sehingga kebutuhan keluarga tercukupi. Ibu Tarra mengaku tak akan menyesali keputusannya untuk keluar dari PKH. Alasannya, karena masih banyak tetangga rumahnya yang di bawah kondisinya saat ini belum mendapat bantuan dan agar mereka bisa merasakan bantuan PKH seperti saya walaupun saya menjadi anggota PKH baru saja.

 

Nama : Riwi arif pratomo, S.K.M.
Address: Pendamping sosial kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah
No HP: 085647299195
Angkatan: 2017

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Category: Kisah Ispirasi PKH

Close