KAU ADALAH PAHLAWAN SOSIAL TANPA TANDA JASA 

| Maret 13, 2018 | 0 Comments | 2.247 views

PANTASKAH jika membandingkan seorang Guru dan Pendamping Sosial PKH sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Guru sedari dulu hingga sekarang dikenal sebagai Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, hal tersebut dianggap bahwa Guru merupakan orang yang bekerja dengan membuat seorang dari buta aksara hingga cerdas dalam segala hal, tetapi jasa-jasa itu tidak pernah pernah terukir dalam sebuah prasasti apalagi mendali. Itulah bentuk nilai-nilai kepahlawan seorang guru dalam mencerdasakan kehidupan bangsa melalui pendidikan.
Jika membandingkan dari sudut pandang profesi antara Guru dan Pendamping Sosial PKH tentunya memiliki perbedaan mendasar dalam fungsi kinerjanya, dimana Guru lebih bekerja dibidang pendidikan, sedangkan Pendamping Sosial PKH bekerja di bidang kesejahteraan sosial . Berkaca dari nilai-nilai kepahlawanan seorang Guru, PANTASKAH jika seorang Pendamping Sosial PKH mendapatkan sebutan sebagai Pahlawan Sosial Tanpa Tanda Jasa ?

Sebagai sosok pekerja sosial, peran Pendamping Sosial PKH memiliki peran yang vital dalam membantu pemerintah dalam menanggulangi permasalahan kemiskinan pada saat ini. Menjadi Pendamping Sosial PKH tentunya harus siap menerima apa konsekuensi yang akan terjadi di lapangan. Perlu juga diketahui bersama, bahwa sebagai seorang Pendamping Sosial PKH bekerja dengan sistem purna waktu, dimana kita dituntut sewaktu-waktu harus siap mental dan fisik dalam menjalankan tugas dengan sepenuh hati dan tanggung jawab.

Bentuk kegiatan pengembangan kepesertaan PKH di lapangan seperti, Sosialisasi PKH, Validasi, Verifikasi, Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS), Pemutakhiran, hingga proses penyaluran bantuan kepada KPM membutuhkan peran serta secara langsung oleh Pendamping Sosial PKH untuk memperlancar proses adaministrasi dan teknis dari daerah ke pusat. Peran dominan Pendamping Sosial PKH inilah yang menjadi tolak ukur keberhasilan PKH dilapangan, sehingga Pendamping Sosia l PKH dituntut harus bekerja secara efektif, efisien, produktif dan profesional.



Profesi Pendamping Sosial PKH bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan, dikarenakan pekerjaan ini merupakan jenis pekerjaan yang bersifar direct person (masyarakat), dimana tentunya nanti akan bertemu secara langsung dengan berbagai macam orang yang mempunyai karakter yang berbedah-beda, sehingga sebagai Pendamping Sosial PKH harus dituntut capable (mampu) beradaptasi dengan berbagai macam karakter masyarkat dilapangan, khususnya bagi mereka yang mereka menerima bantuan sosial atau yang biasa disebut sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Selain itu, Pendamping Sosial PKH dituntut harus bisa menjalin komunikasi yang baik (good comunication) dengan para KPM. Komunikasi yang baik dengan KPM inilah yang nantinya dapat dijadikan modal bagi Pendamping Sosial PKH dalam memberikan motivasi dan arahan dalam melakukan perubahan sosial bagi KPM dampingannya.

Dalam melakukan fungsi kinerjanya Pendamping Sosial PKH turut serta dalam melakukan intervensi perubahan terhadap permasalahan sosial KPM, baik secara secara individu ataupun kelompok, sehingga permaslahan yang timbul dapat diminimalisasi secara dini. Sebagai pekerja sosial, Pendamping Sosial PKH dituntut memiliki suatu pemahaman mengenai penanganan masalah yang di hadapi oleh KPM, baik permaslahan pendidikan, kesehatan, serta kesejahteraan sosial. Pendamping Sosial PKH juga harus mampu menerapakan strategi atau metode keilmuan yang di peroleh ketika pelatiahan ataupun pendidikan sebagai bahan dasar dalam menganalisis dan menyelesaikan permsalahan sosial KPM, sehingga nantinya KPM akan mengalami perubahan sosial secara berkelanjutan.

Pemberian bantuan sosial yang di berikan kepada KPM PKH tidak akan selalu menjamin akan terjadinya perubahan sosial terhadap kehidupan KPM, untuk itu perlu pendekatan Pendamping sosial PKH secara direct person dalam membimbing KPM PKH, agar mampu melakukan transformasi dari KPM dari yang kurang sejahtera menuju KPM yang sejahtera. Secara teknis di lapangan, Pendamping Sosial PKH mengetahui secara langsung kondisi KPM yang ada di masyarakat, sehingga Pendamping Sosial PKH tahu apa permasalahan dan solusi yang tepat untuk diberikan kepada KPM dampingannya, agar secara kontinu mengalami perubahan sosial yang bekelanjutan.

Jika melihat dari sisi kinerja yang diperankan oleh Pendamping Sosial PKH di lapangan, mereka merupakan fronliner, titik terdepan dalam pengentasan kemiskinan. Secara langsung Pendamping Sosial PKH sebagai perwujutan dari pekerja sosial yang mempunyai mempunyai
jiwa pengabdian sosial, kemauan, serta memiliki kemampuan dalam proses penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

Bedasarkan fungsi kinerjanya, Pendamping Sosial PKH sebagai aktor utama dalam mempromosikan perubahan sosial KPM PKH. Dimana dalam mendukung fungsi kinerjanya Pendamping Sosial PKH menjalankan 3 komponen pokok yang menjadi suplementasi keberhasilan PKH. Komponen tersebut sudah menjadi komitmen dan pedoman dasar bersama bagi seluruh Pendamping Sosial PKH dalam mendukung perubahan sosial KPM, yaitu :

  1. Pemenuhan kondisionalitas KPM PKH dalam mengakses fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial dengan tujuan agar terbentuknya kemandirian KPM dalam mengakses pelayanan tersebut.
  2. Melakukan pertemuan kelompok dalam format Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS), dimana kegiatan ini merupakan proses pembelajaran secara terstruktur untuk menciptakan perubahan perilaku KPM PKH. Selain itu kegiatan P2K2 ini memiliki tujuan dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mengenai pentingnnya pendidikan, kesehatan, pengelolaan keuangan bagi keluarga, serta pentingnya kesejahteraan bagi lansia dan penyandang disabilitas berat.
  3. Kemudian, membantu untuk memperoleh fasilitas layanan kesehatan bagi lansia dan penyandang disabilitas berat.
    Selain 3 kegiatan diatas, ada beberapa kegiatan pendukung lainnya yang tidak kalah penting untuk dilaksanakan oleh Pendamping Sosial PKH, yaitu seperti memastikan bantuan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu dan melayani fasilitas penangan Sistem Pengaduan Masyarakat (SPM).

Jika melihat eksistensi peran Pendamping Sosial PKH selama ini dalam ruang lingkup kinerjanya di masyarakat, sangatlah pantas menyandang sebagai salah satu Pahlawan Sosial Tanpa Tanda Jasa, hal tersebut dikarenakan seorang Pendamping Sosial PKH mempunyai peran yang dominan dalam menciptakan perubahan status sosial dari keluarga yang miskin menjadi sejahtera melalui wadah PKH. Layaknya seorang Guru, pendamping Sosial PKH juga tidak mengharapkan jasa penghargaan terhdap apa yang mereka berikan untuk mensejahterakan oarang-orang miskin. Dan bahkan tidak sedikit dari teman-teman Pendamping Sosial PKH yang gugur ketika menjalankan tugas di lapangan. seperti kisah “Pak Sodikun, seorang Pendamping  Sosial PKH asal Lamongan yang meninggal dunia tersambar petir ketika mengurusi permasalahan KPM-nya”, serta masih banyak lagi kisah pilu Pendamping Sosial PKH ketika menjalankan tugas di lapangan.

Pantas tidak pantasnya sebutan Pahlawan Sosial Tanpa Tanda Jasa untuk Pendamping Sosial PKH tergantung dari persepsi masing-masing orang dalam memahami makna dari nilai- nilai kepahlawanan dalam masyarakat. Untuk itu pengertian pahlawan perlu diperluas dalam hal memperkaya batiniyah rakyat Indonesiapada saat ini. Pahlawan bukan hanya bagi orang-orang yang telah gugur dalam medan perang, tetapi juga bagi mereka yang mampu menghasilkan karya, prestasi dan pengabdian masyarkat yang menghasilkan suatu pengaruh yang baik dalam pembangunan dan kemajuan bangsa dan Negara Republik Indonesia. Esensi yang lebih terpenting lagi dari suatu nilai-nilai kepahlawanan adalah mampu menciptakan inspirasi dan motivasi bagi khalayak banyak dalam menciptakan perubahan yang lebih baik.

 

SALAM PKH UNTUK SELURUH TEMAN-TEMAN PENDAMPING SOSIAL PKH DI SELURUH INDONESIA !!!!

Oleh : Andrianto (Pendamping PKH Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep)

Comments

comments

Category: PKH Inspiration

Close