Keterbatasan Situasi Dan Kondisi Bukan Penghalang Bagi Anak Dari KPM PKH

Oleh | Pada Oktober 20, 2018

KETERBATASAN SITUASI DAN KONDISI KONDISI BUKAN PENGHALANG BAGI ANAK DARI KPM PKH  DARI KECAMATAN DLINGO KABUPATEN BANTUL UNTUK MENGUKIR SEGUDANG PRESTASI Fransiska Deliana Robert, berkelahiran Bantul, 23 Juli 2002, yang saat ini  duduk dibangku SMK Kelas 1 Jurusan Elektronik merupakan anak dari KPM PKH yang telah  didampingi oleh Rustam Pendamping PKH Kecamatan Dlingo Kabupaten Bantul. Dengan segala keterbatasan dan kesederhanaan tidak mampu mematahkan semangatnya, untuk selalu berprestasi mulai sejak SD hingga SMA, berikut prestasi yang telah diraihnya:

 



No Tingkat sekolah Jenis Prestasi Juara
1 SD Akademik di Sekolah 2
    Akademik di Sekolah Nilai UN 3
    Ekstrakulikuler Pramuka Lomba Pleton Tonti 1
    Lompat Jauh Antar Kecamatan 3
2 SMP Lompat Jauh  Kabupaten Bantul 1
    Juara MSQ se Kecamatan 2
    Lomba Lari Maraton 5 KM Se- kecamatan 1
    Akademik di sekolah Nilai UN tertinggi se sekolahan dengan nilai matematika yang menonjol 100 1
    Akademik di Sekolah 3
    Ekstrakulikuler Lomba Pleton Inti 1
3 SMK Pidato di sekolah 1
    Ektakulikuler Paskibra  
    Lomba Badminton 2

Fransiska merupakan seorang gadis cantik, periang yang mandiri dan telah banyak menorehkan prestasi.  Gadis ini tidak hanya memiliki paras yang cantik, ramah, periang, dan mandiri, serta memiliki semangat yang membara dan segudang pemikiran untuk mewujudkan cita – citanya. Salah satunya  adalah dirinya ingin melihat kedua orang tuanya menangis karenanya, tentu saja “menangis karena dirinya menjadi orang yang berhasil”, katanya. Kemudian ia pun menginginkan setelah lulus sekolah SMK N 1 Dlingo Jurusan Elektronik dapat membuka usaha elektronik dan dapat  melanjutkan sekolahnya di Perguruan Tinggi serta menjadi seorang dosen. Itulah harapan besarnya,  sekaligus yang membuat dirinya termotivasi untuk terus berjuang  mengukir prestasinya.  Mungkin Fransiska tak seberuntung anak – anak lainnya, semenjak kecil dirinya sudah mulai terpaksa harus mandiri, mandiri karena keterpaksaan situasi dan kondisi yang dihadapinya, dirinya harus merasakan kedua orang tuanya berpisah serta dengan segala keterbatasan ekonomi.  “Sedih”, perasaan  itu yang dirasakanya pada saat itu, namun situasi tersebutlah yang membuat dirinya  tidak patah semangat atau lari dari masalah ter sebut. Namun hal tersebutlah yang menjadikan dirinya kuat, tegar dan mandiri sejak dini. Fransiska  banyak  menceritakan tentang  kisahnya   sewaktu mulai duduk di  sekolah TK hingga saat ini,  ia menyampaikan bahwa pada saat duduk di bangku TK dirinya hanya diantar oleh ibunya satu kali saja, kemudian ia berangkat ke sekolah sendirian dan berjalan kaki dengan jarak tempuh 1 KM. Begitu juga pada saat sekolah SD dan SMP nya pun sama, namun jarak yang ditempuh untuk menuju sekolah lebih jauh dari sekolah TK,  dan  sekolah SMK pun sama jauhnya, namun anak masih bisa ikut menumpang  montor temannya yang tinggal  satu kampung. Dengan berbagai pengalaman  yang dialaminya, tentunya membuat dirinya berfikir sangat bijak dan dewasa dengan seusianya dalam memandang sebuah masalah yang dihadapinya. Anak menyampaikan bahwa memang betul dirinya sedih ketika kedua orang tuanya berpisah, tapi itu mungkin yang terbaik  bagi  kedua orang tuanya. Dirinya akan selalu mencintai kedua orang tuanya serta akan mewujudkan cita –citanya untuk kedua orang tua yang tersayang. Dan akan selalu menyayangi dan menjaga ibunda tercinta, yang selama ini telah banyak  memperjuangkan hidupnya serta bekerja keras untuk nya, yah tentunya untuk mewujudkan cita-citanya.

Ketika wawancara berlangsung pada saat itu, kami hanya melihat harapan besar yang terpacar dari wajah Fransiska, sedangkan orang tua  Fransiska yang posisinya hanya seorang single parent dengan memandang segala keterbatasan ekonomi yang dihadapinya, hanya berfikir tidak mungkin atau sangatlah jauh dari angan –angan bahwa anakanya bisa melanjutkan sekolah ke Perguruan Tinggi, namun kami dari tim PKH (Pekerja Sosial Supervisor dan Pendamping) memberikan support dan dukungan kepada orang tua untuk selalu tetap mendukung harapan Fransiska, serta memberikan informasi tentang berbagai macam beasiswa. Dan kami pun memberikan motivasi  kepada  Fransiska untuk selalu semangat bersekolah, mengejar cita citanya, dan tidak lupa ber Do’a.

Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi semua anak indonesia untuk selalu  tetap semangat mengejar cita-cita, walaupun dengan segala keterbatasan situasi dan kondisi apapun yang mereka hadapi, tidak ada kata Patah Semangat karena masalah yang dihadapi, namun jadikanlah masalah yang kita hadapi sebagai kekuatan dan penyemangat untuk meraih cita-cita dan selalu mengukir prestasi.

Penulis : EVI MULYATI, S.ST, M.Si PEKERJA SOSIAL SUPERVISOR KABUPATEN BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags:

Category: PKH Inspiration

Close