Kisah Graduasi Mandiri, Kesabaran Membuahkan Hasil, Keluar Dari Keterpurukan, KPM PKH Diterima Menjadi Perangkat Desa

| Agustus 22, 2018 | 0 Comments | Dibaca 30.070 kali

KESABARAN MEMBUAHKAN HASIL Ibu Nunung Nurdiati merupakan salah satu keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) yang tinggal di desa Kaliori rt 07/05 kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas Propinsi Jawa Tengah. Ibu Nunung tercatat sebagai penerima bantuan PKH dengan memiliki komponen  anak sekolah sejak tahun 2013 sampai 2018. Adapun anak-anak bu Nunung bernama Aliansyah Putra P bersekolah di SMPN dan Raditya Dwi Ramadhan bersekolah di SDN, sementara yang kecil masih balita. Bu Nunung menyatakan untuk keluar dari kepesertaan PKH dikarenakan ibu Nunung sudah memiliki usaha dagang jajanan di pasar Kroya dan sudah memiliki mobil pick up suzuki carry agar mudah membawa barang dagangannya. Bu Nunung beserta pak Warko (suami) memilih berjualan di pasar Kroya karena di Kroya Kec. Cilacap merupakan pasar besar dan pasar kulakan. Setiap harinya  bu Nunung harus berangkat  dari pukul 24.30 wib sampai pulang pukul  10.00 wib.

Disaat orang masih terlelap tidur bu Nunung harus berangkat ke pasar. Waktu belum mempunyai kendaraan sendiri Bu Nunung setiap harinya menggunakan bus sebagai alat transportasinya, sambil membawa dagangannya,  pada saat itu usaha bu Nunung masih dalam jumlah kecil dan jualannya juga diemperan toko, tetapi kemudian pada tahun 2016 usahanya semakin berkembang sampai akhirnya bu Nunung setiap harinya membawa jajanan pasar sebanyak 50 krat dan satu krat berisi 40 pak jajanan pasar. Setiap pak bu nunung memperoleh keuntungan Rp. 100,-. sehingga kemudian bu nunung bisa mengkredit sebuah kendaraan roda empat pick up suzuki carry yang pada bulan juni 2018 angsurannya selesai. Dan rencana nu Nunung setelah angsuraan selesai akan mengambil perumahan di dekat jalan raya sehingga nantinya mudah dijangkau. Pada bulan April 2018, bu Nunung mengundurkan diri dari kepesertaan PKH. Selain itu juga bu nunung menerima dan menjual hasil produk teman-teman KPM PKH di kelompoknya sendiri dan dibawa ke pasar Kroya.





KELUAR DARI KETERPURUKAN Salah satu tujuan PKH adalah mengurangi angka kemiskinan dan menciptakan keluarga yang mandiri. Ibu Sumirah merupakan anggota peserta keluarga menerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2013, berdomisil di kelurahan Purwokerto Lor rt 1/ rw 1 Kec. Purwokerto Timur kabupaten Banyumas propinsi Jawa Tengah. Bu Sumirah kesehariannya bekerja sebagai penjual di warung angkringan (nasi kucing) di daerah GOR Satria Purwokerto tepatnya di depan salon kecantikan ternama.  Dia menikah dengan suami yang bernama Sudir. Sumirah mempunyai anak 6 (enam) orang, adapun yang 4 (empat) anaknya semua sudah bekerja dan yang 2 orang masih sekolah di SD dan SMP.  Keempat anaknya mengenyam  pendidikan SLTA semua. Bu Sumirah bilang anakku aja tiru  aku, men bae aku sing bodo asal anaku pada pinter-pinter.

 

Awalnya, Bu Sumirah berjualan jajanan dan gorengan di warung depan rumah tetapi karena lambat laun dirasa kurang laku dagangannya maka bu Sumirah dan suaminya bapak Sudir membuka usaha jualan nasi kucing di pinggiran jalan tepatnya didepan salon kecantikan ternama di komplek Gor Purwokerto. Ditempat itu itu pula ia menggelar dagangan setiap harinya, ia menggelar tenda, menata bangku untuk berdagang. Bu Sumirah dengan setia melayani pembeli yang datang dari sore hari pukul 15.00 wib sampai pukul 03.oo wib dini hari. Lambat laun dagangan semakin laris hingga pada akhirnya tahun 2017,  bu Sumirah  membeli mobil Xenia dengan uang DP Rp. 70 juta dengan cicilan Rp. 3 juta. dan  bu Sumirah  juga saat ini sudah bisa membeli tanah di Banteran, Sumbang yang nantinya mau dibangun rumah. Sebelum membeli mobil anaknya menanyakan kepada ibunya tentang kesiapan ibu Sumirah  keluar dari kepesertaan PKH, karena apabila jadi membeli mobil maka bantuan pkh dicabut karena sudah memiliki mobil dan sudah pasti dianggap mampu. Ibunya menjawab sudah siap keluar dari PKH. Adapun bu Sumirah membeli mobil juga karena mobilnya bisa direntalkan atau dicarterkan karena kebetulan suaminya bisa untuk membawa kendaraan.

Dari hasil perbincangan dengan bu Sumirah dapat disimpulkan bahwa kerja keras akan membuahkan hasil. Dan ada hal lain yaitu belajar utnuk berhemat dan menabung.


KPM PKH DITERIMA MENJADI PERANGKAT DESA Ibu Purwati Setianingsih (umur 24 tahun), adalah salah satu peserta keluarga penerima manfaat pada Program Keluarga Harapan (PKH) tahun 2014. Purwati Setianingsih memiliki anak bernama Fakih AL Fadhillah (umur 5 tahun). tinggal di Desa Kanding Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah. Ibu Purwati keluar dari kepesertaan PKH tahun 2018 karena suaminya yang bernama pak Sehudin (umur 28 tahun)  telah menjadi perangkat desa di desa Tanggeran Kecamatan Somagede provinsi Jawa Tengah.  Sebelum menjadi perangkat desa suami ibu Purwati bekerja di toko di komplek Pasar Banyumas.

Keputusan yang diambil oleh ketiga keluarga penerima manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH) tidak lepas dari usaha yang dilakukan oleh pendamping sosial PKH yaitu yang dalam setiap pertemuan kelompok/Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga selalu memberi motivasi dan arahan dalam melakukan perubahan bagi  keluarga penerima manfaat dampingannya, membimbing KPM PKH  agar mampu melakukan transformasi dari KPM dari yang kurang sejahtera menuju KPM yang sejahtera. Karena itu pendamping sosial merupakan ujung tombak keberhasilan dalam mengentaskan kemiskinan.

 

oleh Nama : YUNING PRABAKTI Address: KABUPATEN BANYUMAS

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Tags:

Category: PKH Inspiration

Close