Kisah KPM PKH, Mengundurkan Diri Karena Telah Sejahtera

Oleh | Pada November 22, 2018

TEKAT, KEYAKINAN, KULETAN, KERJA KERAS, DAN KESABARAN MODAL UTAMA UNTUK MENJADI WIRAUSAHA YANG SUKSES SEHINGGA KPM (KELUARGA PENERIMA MANFAAT) PKH KECAMATAN SEWON KABUPATEN BANTUL SIAP MENGUNDURKAN DIRI KARENA TELAH SEJAHTERA. Ibu Sukirah adalah alumni KPM PKH dari komponen Lanjut Usia yang tergraduasi mandiri tahun 2018, beliau secara sukarela mengundurkan diri karena sudah mampu atau sudah sejahtera. Pendamping  Mivta Indriani dari UPPKH  Kecamatan Sewon telah mendampingi  Ibu Sukirah sejak tahun 2016, dengan ketelatenan pendamping memotivasi KPM nya dalam merubah paradigma  mereka selalu menanamkan bahwa KPM PKH  harus memiliki prinsip hidup lebih baik tangan diatas dari pada tangan dibawah disetiap Pertemuan Kelompok PKH Bulanan, selain itu dalam monitoringnya  Pekerja Supervisor  Evi Mulyati ketika hadir dalam  pertemuan kelompok bulanan FDS atau P2K2  memotivasi juga kepada KPM PKH bahwa KPM PKH harus memiliki komitmen apabila sudah sejahtera secara sukarela untuk dapat mengundurkan diri. Ini merupakan salah satu langkah tim PKH untuk menyiapkan KPM PKH menuju Graduasi KPM Mandiri .

Jatuh bangunnya dalam berwirausaha merupakan suatu hal yang biasa bagi Ibu Sukirah  berkelahiran Bantul 23 Maret 1952.  Ibu dari ke empat anak ini memiliki semangat yang kuat, keyakinan, kerja keras, keuletan serta kesabaran  dalam berwirausaha. Usahanya diawali dengan membuat tempe  selama 8 tahun, namun perjalanan usahanya ta semulus dengan usaha yang sekarang, pada akhirnya Ibu Sukirah pergi bekerja menjadi TKW  ke Singapura. Setelah Pulang dari Singapura beliau berjualan sayuran keliling namun hanya mampu bertahan selama dua tahun, akhirnya beliau berwirausaha sebagai tukang kredit pakaian keliling dengan mendayuhkan sepedahnya dari kampung ke kampung.



Sedikit demi sedikit usahanya  mulai perkembangan hingga pada kredit elektronik,   dengan bermulanya banyaknya permintaan/masukan dari  pelanggannya  agar tidak hanya mengkreditkan barang elektronik saja, tetapi dapat juga mengkreditkan perhiasan. Karena dengan mengkreditkan perhiasan menurut pelanggan akan lebih bermanfaat seolah – olah mereka menabung, kemudian bila sewaktu waktu ada kebutuhan yang urgent dapat menjual kembali perhiasan, menurut penuturan Ibu Sukirah.  Bila melihat hal tersebut, artinya Ibu Sukirah memiliki kemampuan dalam menilai  kelayakan usaha berupa peluang, kekuatan, kesempatan dan ancaman. Dari kemampuan menilai kelayakan usahanya beliau mulai menabung sedikit demi sedikit hingga menjadi bukit dan terkumpul sebanyak Rp. 1000.000,-,  kemudian beliau mulai memberanikan diri mengkreditkan perhiasan. Apa yang Ibu Sukira lakukan tersebut  tercermin dalam materi P2K2, modul Ekonomi, baik sesi 6 Cermat Berhutang dan Menabung,  maupun sesi 7 Memulai Usaha Baru, dimana beliau mampu menilai kelayakan usahanya, dan untuk mengembangkan usaha tidak harus meminjam uang sebagai modal, namun bisa dilakukan dengan cara menabung. Maka dari itu bila usahanya mengalami kerugian beliau tidak akan memiliki beban berupa hutang, dan sampai sekarang ini usahanya masih berjalan, walaupun beliau pernah mengalami kerugian kurang lebih 6 -7 Juta karena banyak  pelanggan tidak membayar hutang.  Tidak hanya itu saja, beliau  merupakan orang yang sabar, ulet/pekerja keras, dan telaten serta yang paling penting adalah beliau memiliki keyakinan diri dalam hati  bahwa “ Rezeki ada di tangan  Tuhan”, dengan keyakinan tersebutlah pada akhirnya usaha kredit perhiasan  beliau semakin berkembang dan maju, hingga  memperoleh keuntungan sebanyak 1 Juta dari setiap satu orang yang mengkredit perhiasan dari Ibu Sukirah.  Ibu Sukira yang  berbekal ijasah SD mampu membuatkan catatan usahanya walaupun sangat sederhana, namun dengan kemampuan  itulah yang membuat Ibu Sukira mampu mengembangkan usahanya, mampu menghitung berapa keuntunganya, dan  empat bulan terakhir beliau mampu membeli mobil secara tunai, dan berencana akan membeli satu mobil lagi.

Semoga apa yang dilakukan Bu Sukira dapat menjadi inspirasi KPM PKH lainnya, dengan segala keterbatasanya bukan penghalang untuk dapat menjadi wirausaha yang sukses, namun diperlukan modal Keyakinan, Keuletan, Ketelatenan, Kerja Keras, dan Kesabaran. Bahkan dengan keyakinan beliau bahwa rezeki itu dari Tuhan, maka dari itu dengan penuh kesadaran beliau dengan siapnya mengundurkan diri dari KPM PKHnya karena telah sejahtera.

Penulis Pekerja Sosial SPV Evi Mulyati, M.Si Dinas Sosial P3A Kab. Bantul

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags: , , ,

Category: PKH Inspiration

Close