Kisah Perjalanan Pendampingan Program Keluarga Harapan, KPM adalah Keluarga Hebatku

| Agustus 27, 2018 | 0 Comments | Dibaca 30.048 kali

PERJALANAN PENDAMPINGAN (KPM adalah Keluarga Hebatku ) Nama Saya Wanha Jumadi, Saya dilahirkan dari keluarga sederhana disalah satu desa terpencil (Desa Talang Arah) Kabupaten Mukomuko, Kecamatan Malin Deman, Provinsi Bengkulu-Sumatera.

Saat ini Bapak sudah tiada sejak Tahun Maret 2014 Lalu, Sedangkan Ibu menginjak Usia Lansia, kedua orang Tua saya adalah petani kebun karet saya anak ke 3 dari 4 Bersaudara,  Dari Tangan yang Lusuh Petani tersebutlah saya hari ini dapat hidup. Kemiskinan bukan suatu masalah asalkan seseorang punya keinginan untuk keluar dari masalah yang terjadi, Intinya Keyakinan, Bersungguh-sungguh, Ulet serta Tekun seseorng itulah akan membuat ia terlepas dari Permasalahan yang dihadapi ( Alm, Zamzani / Bapak Kandung Saya ). Saya seorang Sarjana S1 dengan Jurusan Ilmu Kesejahteran Sosial (IKS) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Bengkulu (UNIB).

Dahulu, saat dimana saya memilih jurusan kuliah. Saya tak pernah berpikir akan mengambil Prodi / Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial karena cita cita saya menjadi seorang pendidik (PGSD) tapi malang bagi saya, dinyatakan tidak lulus dalam jurusan yang saya inginkan dan hasilnya saya Lulus dipilihan ke 2 (dua) yakni Ilmu Kesejahteraan Sosial. Tahun 2012 saya dinyatakan Lulus dan tentu dengan gelar seorang sarjana. Atas semua itu Pada Tuhan yang Maha Esa dan kedua Orang Tua (Seorang Petani), saya patut mengucapkan syukur atas nikmat yang telah diberikan (Alhamdulillah) selaku snak desa yang diberi kesempatan mendapat gelar sarjana dibanding rekan-rekan seusia saya waktu lalu.




Saya ingin mengawali Artikel ini dengan Cerita Kisah Hidup dan Kepada Para Pembaca Saya Ucapkan Terimakasih sebelumnya telah menyempatkan waktu membaca Tulisan ini,  apa yang saya ceritakan adalah kisah nyata dalam melakukan pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH). Wanha Jumadi / Saya bergabung menjadi bagian dari seorang Pekerja Sosial Kemeterian Sosial pada Tahun 2016, Nomor : 216/SK/LJS.JSK.TU/03/2016. Sampai saat ini cerita mana yang harus saya curahkan pada artikel ini sangat sulit untuk saya ungkapkan sebab semua kisah dari 2016 sampai 2018 seluruhnya bermakna dalam saya melakukan pekerjaan dilapangan.

Sebagai Gambaran, Wilayah Kerja Kecamatan Malin Deman Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu Adalah Kecamatan Terpencil dengan Kondisi Jln Tanah Lumpur Jika Hujan, Melewati Hutan Rimba untuk sampai pada Desa Satu dengan Desa lain berjumlah Sebanyak 7 (Tujuh) Desa,. Dalam Hal Mensukseskan Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Pendamping Sering ditempuh Pertemuan, Temu Kunjung atau FDS dengan KPM pada malam hari sebab jika dilakukan pada waktu siang hari KPM PKH banyak yang sedang bekerja dikebun, sebagai Tenaga Buruh Kebun Perusahaan dan berbagai macam masalah lain semuanya itu kita memaklumi, kalaupun dilakukan pada siang hari maka hari hari Minggu adalah Kesempatan bagi saya dan KPM untuk melakukan Pertemuan Kelompok.

Sulit untuk saya ceritakan jika saya pulang pada malam hari dari rapat kelompok atau temu kunjung maupun FDS jatuh dari motor akibat hujan dan licinnya jalan. Setuasi ini sedikitpun tidak menyurutkan niat ini, berpikir agar bagaimana KPM PKH Kecamatan Malin Deman berguna dan berdaya serta dapat mandiri ( Niat Yang Ternamam Dalam Diri Saya ), Permasalahan dilapangan ini sama beratnya atau seimbang dengan saya ingin berkoordinasi ditingkat kabupaten, jika pendamping ingin ke kota Kabupaten Mukomuko jalan yang ditempuh dengan kondisi Lumpur, Tanah Kuning, Batu Kerikil selama +- 20 Menit dilanjut dengan Jln Poros ( Aspal ) selama 3 (Tiga) Jam Perjalanan barulah sampai ke Kota Kabupaten Mukomuko (PPKH Kabupaten Mukomuko), Jika ada sesuatu yang harus dikoordinasikan baik dengan Dinas Sosial, Korkab PKH, SPV maka saya sekitar Pukul 05.00 WIB sudah berangkat atau keluar dari rumah disaat rekan-rekan kerja lain terlelap dalam tidur.

( Kondisi Jalan Jika dilapangan / Wilayah Pendampingan )

Saya hanya menyampaikan suatu kejujuran dan semangat dalam artikel ini “ Jika Sesuatu dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan merasa kita juga bagian dari mereka (KPM) maka do’a para KPM adalah senja terhebat yang tak pernah kita sadari “ Wanha Jumadi. Perjuangan dan Pengabdian ini tidak pernah padam seberat apapun tantangan itu.

Jujur saja, saya pernah berangkat dari rumah selesai Sholat Subuh dan Pulang Pada 22.50 WIB dengan kondisi hujan mengguyur seluruh kendaraan motor dari waktu subuh itu sampai malam tiba dirumah, diri ini bermandikan air hujan selama +- 14 Jam, dingin yang tak terbantahkan, Lelah dan Seluruh Tubuh bergemetaran sampai dirumah ( Pulang- Pergi Menjemput From Supa Penambahan KPM 2017 Kec. Malin Deman – Kabupaten Mumuko ) saat itu hanya ada satu kekuatan dalam diri ini berkata : (Ya Allah Jika Hamba Mati Dalam Membantu Mereka Letakkanlah Hamba didalam Syurga Mu dan Selamatkanlah Segala Urusan Diri Ini Dalam Membantu Mereka ) ucapan saya disaat lelah waktu lalu dan Alhamdulillah, semua berjalan baik apa adanya sampai detik ini dalam menjalankan amanah selaku Pekerja Sosial Kementerian Sosial Kecamatan Malin Deman, Kabupaten Mukomuko.

Pada akhir Tulisan ini, saya hanya menceritakan sedikit cerita terharu saya selama melaksanakan Tugas Pekerja Sosial atau Pendamping PKH Kecamatan Malin Deman, cerita ini terjadi pasca Penyaluran Bansos Tahap 1 Tahun 2018 lalu. Saya Memiliki KPM yang telah habis Tanggung Jawab Program Terhadap peserta Tersebut baik dari FASdik Maupun FASkes artinya peserta tersebut keluar secara sendirinya. Pada saat Penyaluran Tahap I tahun 2018 ia tahu bahwa setelah ini tidak lagi jadi peserta PKH, lalu pada hari tersebut ibu ini setelah menerima bantuan ia menemui saya, dia menyampaikan “ Nak Ibu Setelah Ini Bukan Lagi Pesertakan? Terimakasih Telah Membantu Ibu Selama Ini “. Mendengar Ucapan Itu Diri Ini Tertunduk, sebenarnya ibu ini masih wajar untuk dibantu cuman pemasalahannya system mengatakan lain dalam Program Keluarga Harapan, kalaupun ingin dibantu dalam program Komplementaritas maka hanya ada satu yakni Kelompok Usaha Bersama (KUBE) itupun tidak ada, kalaupun ada ibu ini terkendala dengan Usia, dan jika ingin dimasukkan dalam Komponen Lansia KPM PKH ibu ini belum ketentuan Lansia PKH dan Tampa sadar Air Mata ini Jatuh dengan sendiri.

Jujur saja saya dalam melakukan pendampingan terhadap perserta PKH bukan menganggap KPM adalah kelompok binaan namun lebih pada keluarga dan mereka adalah ibu-ibu Ku, hubungan itulah yang lahir membuat KPM selama ini begitu dekat pada pendamping. Lalu ibu tersebut, melihat air mata yang jatuh ia mengatakan “ Sabar, Anak kan Tak Salah “. Dalam Pikiran ini Bukan soal salah dan benar, ibu tersebut dapat PKH atau tidak yang terjadi adalah Seorang Orang Tua, Pendidikan hanya Sekolah Dasar, begitu santun dan indah memberi contoh pada diri ini dan ibu-ibu lain. Lalu saya sujud didapannya, sembari meraih tangan beliau : “ Jika ada salah dan ucapan saya pada mak selama saya mintak maaf mak yaa” perkataan yang mampu saya ucap, ibu tersebut menepuk pundak saya dan mengatakan “ Tak ada yang salah nak, Kami Semua Senang dengan Cara Wanha Memberi Kami Semangat, Mak berdoa Suatu Saat Nanti Wanha Jadi Orang “. Sampai saat ini orang tua tersebut setiap saya lewat didepan rumahnya ia memanggil saya agar mampir walapun hanya sejenak. Inilah salah satu cerita yang paling bermakna selama saya menjadi pendampingan yang Mampu saya ingat selama ini dari berbagai cerita yang terjadi.

( Penyaluran PKH Tahap I Tahun 2018 )

Kondisi Wilayah Tugas dan Pelaksanaan Kegiatan FDS / P2KP 

 

Identitas Penulis,

Nama Lengkap: WANHA JUMADI  Tlp / No.WA  : 0852 6835 2210,  IG : Wanha_byone Alamat : Desa Talang Arah, Kec. Malin Deman, Mukomuko, Provinsi Bengkulu-Sumatera Kode Pos 38364

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: PKH Inspiration

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.