Komponen Kesehatan Program Keluarga Harapan

| September 29, 2016 | 0 Comments | Dibaca 16 kali

Komponen Kesehatan Program Keluarga Harapan Aksesibilitas pelayanan kesehatan di Indonesia masih merupakan sebuah masalah, hal tersebut merupakan sebuah konsekuensi dari kondisi geografis Indonesia sebagai negeri kepulauan serta topografis antar wilayahyang ekstrem. Hasil riskesdas 2013 dan beberapa kajian laian menegaskan fakta tersebut. Karena itu maka diperlukan sebuah pemetaan tingkat aksesbilitas pelayanan kesehatan ini penting dilakukan untuk melihat upaya pemerataan yang sudah dilakukan, sekaligus juga untuk penentuan prioritas pembangunan untuk peningkatan aksesibilitas pelayanan kesehatan di Indonesia (Kemenkes, RI 2014).

Hasil kajian Badan Kajian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya kesejangan pada ketersediaan supply (tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan) antara daerah kabupaten dengan kota. Sedang antara wilayah miskin dan non miskin tidak ada perbedaan. Kesenjangan juga terjadi pada indikator demand maupun aksesibilitas pelayanan kesehatan. Keduanya terjadi baik antara wilayah kabupaten/kota maupun miskin/non miskin. (Kemenkes, 2014).

Komponen Kesehatan Program Keluarga Harapan

Rendahnya penghasilan menyebabkan keluarga miskin tidak mampu memenuhi kebutuhan kesehatan dan pendidikan, bahkan untuk tingkat minimal sekalipun. Pemeliharaan kesehatan ibu hamil yang tidak memadai berakibat pada buruknya kondisi kesehatan bayi yang dilahirkan dan seringkali menyebabkan tingginya kematian bayi itu sendiri.




Secara nasional, kecenderungan Angka Kematian Ibu (AKI) dari tahun 1994 sampai dengan tahun 2007 menunjukkan penurunan yang signifikan. Namun begitu, kondisi ini kemudian memburuk. Berdasarkan data SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) 2012, jumlah angka kematian ibu dan anak tercatat mencapai 359 per 100 ribu kelahiran hidup.

Rata-rata kematian ini meningkat sekitar 57% bila dibanding hasil SDKI 2007 yang mencapai 228 per 100 ribu. Kondisi ini terpaut jauh dari komitmen Pemerintah untuk menekan tingkat AKI hingga 102 per 100.000 kelahiran hidup di tahun 2015. Lebih lanjut, jika dibandingkan dengan negara tetanggga, angka kematian di Vietnam (159 per 100 ribu kelahiran hidup) dan Malaysia (29 per 100 ribu kelahiran hidup) jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia.

komponen-kesehatan-pkh

Gambar10 Perkembangan AKI Indonesia Sumber: Kemenkes, 2013

Tingginya angka kematian ibu pada banyak kasus disebabkan oleh beberapa faktor, antara lainketidakhadiran tenaga medis pada kelahiran, fasilitas kesehatan yang tidak tersedia pada saat membutuhkan tindakan, atau masih banyaknya keluarga miskin yang lebih memilih tenaga kesehatan tradisional daripada tenaga medis profesional lainnya.

perkembangan-akb-dan-akaba-indonesia-pkh

Gambar 11 Perkembangan AKB dan AKABA Indonesia Sumber: Kemenkes, 2013

Selain AKI, Angka Kematian Bayi (AKB) juga masih tinggi. Berdasarkan data SDKI 2012, tingkat AKB masih 34 per 1000 kelahiran hidup. Sementara target MDGs tahun 2015 adalah 23 per 1000 kelahiran hidup.

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Tags: , , ,

Category: Berita Utama

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.