KPM PKH SUKSES BERJUALAN BENSIN ECERAN SAMPAI MEMILIKI USAHA WARUNG

Oleh | Pada Desember 13, 2018

KPM PKH SUKSES BERJUALAN BENSIN ECERAN SAMPAI MEMILIKI USAHA WARUNG Kehidupan bagaikan sebuah roda yang terus berputar, tidak ada yang selalu di atas dan tidak ada yang selalu di bawah. Terkadang manusia berada di atas dengan kesuksesan, kejayaan dan pujian, terkadang juga manusia berada di bawah dengan keterpurukan, cacian dan makian. Namun, ketika manusia berada pada titik terendahnya, jangan pernah menyerah pada keadaan. Teruslah berusaha, memulai kembali hingga mencapai kehidupan yang sukses dan sejahtera.

KPM PKH SUKSES BERJUALAN BENSIN ECERAN SAMPAI MEMILIKI USAHA WARUNG (1)

Ada satu keluarga di Banjar Pejengaji, Desa Tegallalang yang pernah mengalami keterpurukan perekonomian, namun penuh usaha dan pantang menyerah untuk bisa memperbaiki kehidupannya. Mereka adalah Dewa Putu Agung (41 tahun), Dewa Ayu Rai (38 tahun) beserta kedua anaknya Dewa Ayu Widi Saraswati (12 tahun) dan Dewa Made Putra (7 tahun).



Awal pernikahan menjadi awal perjuangan bagi Pak Agung dan Ibu Ayu, mereka harus membuat kerajinan dan menjadi sales untuk membiayai kebutuhan rumah tangga. Saat itu roda kehidupan mereka sedang berada di bawah, kondisi perekonomian tidak stabil bahkan tidak sanggup untuk memperbaiki rumah. Tidak ingin terus menerus merasakan keterpurukan, mereka memberanikan diri untuk membuka usaha warung kecil-kecilan. Pada tahun 2014, Pak Agung dan Ibu Ayu berjualan bensin eceran dengan bermodalkan uang Rp. 750.000. Usaha bensin eceran ini terbilang laris, satu hari bisa menghabiskan satu jerigen bensin.

Pak Agung sebagai kepala keluarga sangat pandai melihat peluang usaha, usaha bensin yang laris membuat beliau mengajukan pinjaman modal di UPK (Unit Pengelola  Kegiatan) Kecamatan Tegallalang. Pinjaman modal digunakan untuk membeli rolling door, membeli rak kaca dan menjual beberapa keperluan rumah tangga.

Selama menjalankan usaha, pasti ada hambatan yang ditemui. Sama halnya dengan usaha warung yang dimiliki Pak Agung dan Ibu Ayu yang tidak berjalan lancar. Penjualan bensinnya menurun, biasanya satu hari satu jerigen bensin menjadi satu minggu satu jerigen bensin. Warga desa juga banyak yang memiliki warung dan pertamini, sungguh persaingan usaha yang sangat ketat. Saat itu pendapatan mereka menurun, satu bulan tidak mencapai Rp.1000.000. Ibu Ayu tentu bingung mencari uang tambahan untuk membayar pinjaman dan membayar uang sekolah kedua anaknya.

KPM PKH SUKSES BERJUALAN BENSIN ECERAN SAMPAI MEMILIKI USAHA WARUNG (1)

Sekali lagi Tuhan berpihak kepada keluarga ini, Pak Agus diberikan kepercayaan untuk menjadi Guide Cycling Greenbike Tegallalang dan Ibu Ayu mendapatkan bantuan PKH pada awal tahun 2018. Mereka sangat bersyukur ketika mendapatkan bantuan PKH, dengan menurunnya pendapatan mereka masih bisa membeli seragam sekolah anak, membayar SPP dan mengembangkan warungnya dengan menjual gas. Sekarang usaha warung yang dimiliki keluarga ini sudah stabil dan banyak memiliki pelanggan.

Sebagai kepala keluarga, Pak Agung selalu mengajarkan tiga hal penting kepada istri dan anaknya. Tiga hal tersebut adalah sikap pantang menyerah, saling membantu dan selalu bersyukur atas pemberian Tuhan.

Penghujung tahun yang membuat keluarga ini bahagia karena berkembangnya usaha warung, stabilnya perekonomian dan mereka memutuskan untuk mengundurkan diri dari kepesertaan PKH.

Menjadi sukses dan sejahtera adalah pilihan, setiap manusia diberikan kesempatan untuk mencapainya. Pantang menyerah, saling membantu dan selalu bersyukur menjadi dasar keluarga ini untuk terlepas menjadi penerima bantuan PKH dan menjadi keluarga sejahtera.

Oleh : Ditya Insani Uji, S.Tr.Sos (Pekerja Sosial Supervisor Kabupaten Gianyar-Bali)

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags:

Category: PKH TERKINI

Close