Kualitas Data Yang Valid, Mampu Mereduksi Persoalan Teknis PKH

| November 25, 2017 | 0 Comments | Dibaca 40 kali

Kualitas Data Yang Valid, Mampu Mereduksi Persoalan Teknis PKH “Terima kasih atas dedikasi dan perjuangan para Pendamping dan Operator Program Keluarga Harapan (PKH) yang sudah bekerja luar biasa. Manfaatkan pertemuan ini sebaik mungkin sebagai ajang diskusi dan mencari solusi terkait validasi data dan kendala yang ditemui dilapangan,” terang Harry Hikmat, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) pada pembukaan kegiatan Pelaksanaan Bimbingan Teknis Pendamping dan Operator PKH yang akan berlangsung selama 3 hari kedepan.

“Sekitar 70 % persoalan bersumber dari pendataan, dengan melakukan kualitas data sejak awal, ” Harry berharap persoalan-persoalan seperti itu sudah dapat diminimalisir karena kedepan, tantangan yang akan dihadapi pun akan lebih berat dengan bertambahnya keluarga penerima manfaat (KPM) menjadi 10 juta KPM.

“Lakukan dinamic updating data,” tegas Harry. “Siapa bilang Pendamping tidak berwenang menentukan KPM? Selama Pendamping independen dan objektif, silakan berikan masukan kepada Pusat.”




Anto, salah satu peserta dari Kabupaten Karawang menyampaikan bahwa dengan adanya aplikasi e-PKH validasi dapat memudahkan para Pendamping dan Operator PKH melakukan validasi dilapangan.

Hal ini sejalan dengan tujuan diselenggarakannya bimtek ini. Selain sebagai media diskusi untuk mencari solusi atas kendala dilapangan serta me-review pelaksanaan validasi, juga untuk mengecek validitas data KYC (Know Your Customer) Bank.

Dalam sambutannya, Kabid Linjamsos Dinas Sosial Kota Bekasi Zaini Idris, dihadapan Dirjen Linjamsos menyampaikan bahwa saat ini beberapa Pendamping PKH Kota Bekasi diikutsertakan dalam kegiatan Bimtek Family Development Session yang dibiayai dari alokasi APBD Kota Bekasi.

“Bahkan sejak tahun 2017 dan akan berlanjut di tahun 2018, Pemerintah Kota Bekasi telah menganggarkan insentif bagi Koordinator Kota sebesar Rp. 1,2 juta, Rp. 1,1 juta bagi Koordinator Kecamatan dan Operator, Rp. 1 juta bagi para Pendamping PKH, serta pemberian kendaraan operasional kepada seluruh SDM PKH Kota Bekasi berupa motor pada tahun 2018,” lanjut Zaini, yang disambut gembira dan tepuk tangan yang meriah oleh seluruh peserta bimtek.

Bimtek ini diikuti oleh 219 peserta yang terdiri dari Pendamping dan Operator PKH yang berasal dari 4 kab/kota, yaitu Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kabupaten Purwakarta.

Kegiatan yang serupa juga akan dilakukan pula hingga dua minggu kedepan di 84 titik lainnya. Tersebar di 34 provinsi dengan total peserta bimtek se-Indonesia sebanyak 14,640 orang, terdiri dari 14,099 orang Pendamping dan 541 orang Operator PKH kabupaten/kota.(Humas/LJS)

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: PKH TERKINI

Close