Live Streaming Bantuan Sosial Non-tunai Untuk Kesejahteraan Rakyat

| Oktober 19, 2017 | 0 Comments | Dibaca 52 kali

Live Streaming Bantuan Sosial Non-tunai Untuk Kesejahteraan Rakyat Khofifah mengatakan inovasi penyaluran PKH secara non tunai dilakukan dengan menggunakan kartu kombo yang dinamakan Kartu Keluarga Sejahtera. Kartu tersebut merupakan sarana untuk menyalurkan bansos dan subsidi pemerintah dengan menggunakan kartu debet yang dikeluarkan Himpunan Bank Negara.

BDT 40% masayarakat dengan status sosial ekonomi terendah Semua terinterfensi supsidi listrik, Semua terintervensi supsidi LPG, 30% KIS 25%, 25% Rastra saat ini PKH 11% pada 2018 mencapai 15.6%

Adapun KKS sendiri memiliki fungsi ganda yaitu menjadi tabungan dan dompet (e-wallet). Sistem tersebut menjadi karya inovatif pertama yang digunakan diantara banyak negara yang melakukan Bantuan Tunai Bersyarat (Conditional Cash Transfer).




Khofifah menambahkan KKS sebelumnya merupakan kartu penanda, bahwa yang memiliki kartu KKS yakni masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah dan kemudian dikembangkan dalam format non tunai.

“Kartu itu disebut kartu combo, maka seperti ini lah kartu yang punya sistem saving account yaitu kartu yang ada garis hitam di belakangnya ini artinya yang bisa diakses untuk ATM. Inilah sesungguhnya inovasi yang sangat revolusioner pada penyampaian Bansos kepada masyarakat penerima manfaat secara non tunai,” kata dia.

Khofifah menjelaskan saat ini pemerintah memiliki stok KKS sebanyak 11, 4 Juta untuk dibagikan kepada keluarga yang kurang mampu.

“Stoknya ada 11,4 juta kartu, sementara kebutuhan kita sesungguhnya hanya 4 juta,” kata Khofifah.

Bantuan sosial yang terintegrasi dengan KKS antara lain e-wallet, subsudi PLN/LPG, Rastra (Bantuan Beras Sejahtera), BNPT (Bantuan Pangan Non Tunai), Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas Berat dan Asistensi Lanjut Usia Terlantar.

Ia menegaskan Kementerian Sosial siap menyalurkan bantuan sosial non tunai kepada masyarakat melalui KKS.

“Saat ini Kementerian Sosial pada posisi yang sangat siap untuk bisa memperluas bantuan sosial non tunai. Terutama dari subsidi Rastra yang sekarang 1,28 juta menerima dalam bentuk bantuan pangan, ini akan disiapkan secara bertahap tahun 2018 menjadi 10 juta bantuan pangan. Sementara sisanya 5,6 juta akan menerima dalam bentuk bansos Rastra,” ucap Khofifah.

“Di dalam kartu yang sama selain ada benefit PKH, juga akan ada benefit bantuan pangan. Di beberapa daerah Bansos daerah juga sudah diintegrasikan dalam kartu yang sama. Nanti sangat mungkin kalau proses apa sinkronisasi data penerima elpiji juga sudah nyambung, sangat mungkin kemudian elpiji 3 kilogram itu juga akan masuk di dalam kartu yang sama,” Khofifah menambahkan.

“Yang baru di dalam proses mekanisme distribusi Rastra, dari subsidi menjadi bansos bantuan pangan, kemudian distribusi PKH dari tunai menjadi non-tunai itu baru kita inisiasi pada bulan Juni tahun 2016,” ujar Khofifah saat Press Confrence di Kantor Kemensos, Jalan Salemba Raya, Nomor 28, Jakarta.

Upaya tersebut, lanjut Khofifah, seiring dengan arahan yang dilakukan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), agar bansos dikembangkan dalam format non-tunai, dan diintegrasikan dalam satu kartu yakni Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Dalam kartu tersebut selain ada benefit PKH, ada juga benefit bantuan pangan. Di beberapa daerah, bansos daerah juga sudah diintegrasikan dalam kartu yang sama,” tambahnya.

Tidak menutup kemungkinan, kalau proses sinkronisasi data penerima LPG sudah terintegrasi, sangat mungkin LPG 3 Kg akan masuk ke dalam KKS.

“Inilah revolusi yang sangat revolusioner pada penerima bansos masyarakat penerima manfaat, secara non-tunai,” lanjutnya.

Dikatakan perempuan yang kini digadang-gadang bakal maju dalam kontestasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 tersebut, saat ini prioritas program PHK lebih mensasar masyarakat lanjut usia (Lansia) dan penyandang disabilitas.

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: Berita Utama

Close