MEMAKNAI KREATIVITAS DALAM MEMANFAATKAN BANTUAN SOSIAL PKH

Oleh | Pada Desember 18, 2018

Seperti yang menjadi salah satu tujuan dalam Program Keluarga Harapan (PKH) yakni meningkatkan kondisi sosial ekonomi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sehingga kesadaran untuk memanfaatkan bantuan sosial PKH ke arah yang baik dan benar haruslah menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh seluruh KPM PKH. Melalui kesadaran pemanfaatan bantuan sosial PKH dengan baik dan benar, maka secara tidak langsung akan memunculkan ide-ide kreatif di dalam diri KPM.  Pentingnya ide-ide kreatif dalam pemanfaatan bantuan sosial PKH oleh KPM PKH adalah wujud dari kemauan dan kemampuan diri untuk menciptakan solusi dalam menghadapi permasalahan. Melalui kreativitas KPM PKH yang tinggi, maka KPM PKH akan dapat melakukan pendekatan secara bervariasi dan memiliki bermacam-macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu persoalan, terutama persoalan ekonomi keluarga.

MEMAKNAI KREATIVITAS IBU HARTATIK DALAM MEMANFAATKAN BANTUAN SOSIAL PKH

(Keterangan Foto: Pendamping Sosial PKH berkunjung ke rumah Ibu Hartatik dan berdiskusi mengenai pengembangan usaha catering dan jual beli kain batik)



Seperti yang telah dilakukan oleh Ibu Hartatik, salah satu KPM dari Banjar Pangkung Tanah Kauh, Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana—Bali. Ibu Hartatik sebagai ibu rumah tangga yang menerima bantuan sosial PKH semenjak tahun 2015 sangat menyadari bahwa pentingnya kesadaran dalam memanfaatkan bantuan PKH dengan baik dan benar. Hal ini semakin realistis ketika Ibu Hartatik mencoba memanfaatkan bantuan sosial PKH melalui kreativitasnya pada usaha catering atau wirausaha yang melayani pemesanan berbagai macam masakan. Demikian juga, selain usaha jasa cateringIbu Hartatik juga memanfaatkan bantuan sosial PKH secara teratur untuk memulai usaha jual beli kain batik.

Ibu Hartatik mengatakan bahwa ide kreativitasnya muncul untuk mulai membuka usaha dibidang jasa catering dan jual beli kain batik, saat ia mulai menyadari bahwa bantuan sosial PKH bersifat tidak selamanya.  Ia sadar bahwa suatu saat nanti, bantuan sosial PKH pasti akan meninggalkannya. Ibu Hartatik pun mengakui bahwa usaha yang sedang ia rintis dapat membantu kebutuhan rumah tangga yang bersifat primer maupun sekunder. Walaupun demikian, Ibu Hartatik juga mengakui bahwa usaha yang sedang dirintisnya sering menemui situasi dan kondisi yang pasang surut. Namun Ibu Hartatik sampai saat ini masih tetap kokoh pendiriannya dalam mengembangkan usaha catering dan jual beli kain batik. Bahkan melalui usaha catering dan jual beli kain batik, saat ini Ibu Hartatik dapat menambah tabungannya secara perlahan-lahan.

Bersama dengan hal itu, selain kesadaran Ibu Hartatik yang memiliki dua orang anak ini—memandang bahwa bantuan sosial PKH bersifat tidak selamanya sebagai dasar terbangunnya kreativitas dalam merintis usahanya, kesadarannya pun ia mulai juga saat mengikuti pelaksanaan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang dilaksanakan oleh Pendamping Sosial PKH. Melalui kegiatan pelaksanaan P2K2, Ibu Hartatik sering melakukan introfeksi diri dalam memahami kebutuhan dan keinginan di dalam hidup sehari-harinya.  Ibu Hartatik mengungkapkan bahwa kehadiran pelaksanaan P2K2 sangat berarti bagi perubahan cara berpikir dan berperilaku dalam memberikan arti penting bagi banyak hal, terutama dalam memahami perbedaan keinginan dan kebutuhan hidup secara ekonomi.

MEMAKNAI KREATIVITAS IBU HARTATIK DALAM MEMANFAATKAN BANTUAN SOSIAL PKH

(Keterangan Foto: Ibu Hartatik sedang membersihkan alat-alat catering)

Realitas cara pandang Ibu Hartatik dalam menyadari pentingnya kreativitas dalam memanfaatkan bantuan sosial PKH menjadi sangat urgen jika dimaknai secara mendalam. Melalui kreativitas, KPM PKH secara tidak langsung akan mengembangkan dirinya secara optimal. Melalui kreativitas, mereka dapat menggunakan ide-idenya untuk menciptakan kreasi demi kelangsungan hidup. Demikian pula, daya dorong yang mesti dilakukan oleh Pendamping Sosial PKH kepada seluruh KPM PKH dalam memunculkan dan mengembangkan kreativitas KPM PKH haruslah sungguh-sungguh.

Hal ini juga semakin penting jika melihat hakekat eksistensi P2K2 bagi pembangunan sumberdaya manusia KPM PKH. Pelaksanaan P2K2 haruslah hadir dari semangat seorang guru yang hendaknya dapat menyentuh dan menggugah perasaan para siswa-siswanya. Artinya, pelaksanaan  P2K2 bukanlah melihat kwantitas pelaksanaannya yang cenderung sering melahirkan kegiatan yang bersifat formalistik semata, tetapi bagaimana kwalitas dari proses penyadaran yang berdampak bagi tumbuhnya kesadaran kreativitas KPM PKH dalam memanfaatkan bantuan sosial PKH.

Lebih jauh daripada itu, akan lebih bermakna lagi jika dalam menggugah kesadaran KPM PKH untuk melahirkan kreativitas  pemanfaatkan bantuan sosial PKH maka hadirnya PKH di setiap daerah di Indonesia hendaknya dapat dan mampu memberikan peluang yang mencangkup potensi-potensi pengembangan, pengelolaan dan peningkatan kreativitas KPM PKH dengan cara bekerjasama melalui berbagai pihak yang sekiranya relevan, baik pihak yang dapat menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bersifat formal maupun non formal. Sehingga, dengan peluang-peluang itu—kreativitas KPM PKH akan dapat teraktualisasikan dan tersalurkan secara optimal

oleh I PUTU HERI DIANANDIKA (Pendamping Sosial PKH, Kab. Jembrana—Bali)

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags: ,

Category: PKH Inspiration

Close