P2K2 JANTUNG PEMBERDAYAAN KPM

| Mei 24, 2018 | 0 Comments | 1.126 views

P2K2 JANTUNG PEMBERDAYAAN KPM Sedikit mengulas mengenai terminologi Jantung. Tentunya secara gamblang Jantung memiliki fungsi menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh sekaligus membersihkan tubuh dari karbon dioksida. Apabila Jantung menjadi salah satu hal yang vital dalam tubuh manusia demikianlah Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) dalam perspektif Program Keluarga Harapan (PKH) juga sangat penting terutama dalam konteks pemberdayaan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Vitalnya P2K2 dalam konteks PKH tidak dapat dikesampingkan. Hal ini karena P2K2 memuat materi teoritik dan materi praktis yang dapat digunakan secara simultan sebagai antitesa paradigma kemiskinan yang sifatnya kultural dan struktural. Selain itu pula P2K2 dapat pula dijadikan sebagai pisau analisa dalam melakukan Social Education, Social Planning dan Social Empowerment untuk Kelurga Penerima Manfaat dari Program Keluarga Harapan itu sendiri. Maka kita dapat sederhanakan bahwa P2K2 mampu membuat KPM dari tidak tahu menjadi tahu, tidak mampu menjadi mampu, malas menjadi rajin, mengemis menjadi mandiri dan yang tadinya biasa menjadi luar biasa dan sebagainya.



 

Sejak P2K2 diluncurkan sebagai program aplikatif dari Family Development Session (FDS) dalam PKH sudah tidak lagi mengandalkan proses dialogis-teoritik namun secara partisipatif-implementatif kolaborasi Focus Group Disscusion (FDS), Metode Partisipatory Assessment hingga Technology of Partisipatory (ToP) sangat mendukung eksistensi pemberdayaan KPM seutuhnya. Keterlibatan mereka (KPM) menjadi realitas yang justru akan menyukseskan PKH sebagai program pro pengentasan kemiskinan di republik ini.

Kali ini tepatnya di Desa Sirnajaya, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat kembali “MENGEJUTKAN” dengan salah satu agendanya yakni P2K2. Nyaris tidak disangka keterbatasan peralatan pemberdayaan, materi, hingga penyelenggaraannya, tidak memutuskan semangat dan perjuangan kawan-kawan Pendamping PKH yang digawangi oleh Dyah Puspita Widyasari yang berhasil memberikan First Moment yang akhirnya menjadi pengalaman berharga terhadap pentingnya keterlibatan KPM untuk mengidentifikasi, menganalisis dan menyimpulkan materi yang disajikan.

Pendamping Sosial berusaha untuk mendorong KPM agar tetap konsisten agar dapat melokalisir sistem sumber yang dimiliki yang kemudian menggunakannya sebagai potensi yang sangat membantu mereka (KPM) untuk berani menggraduasikan diri dari PKH. Agar menjaga suasana tetap kondusif, terarah dan nyaman Pendamping Sosial juga tidak lupa untuk menyelipkan “Ice Breaking.”

Di akhir pertemuan Pendamping Sosial kembali menekankan bahwa proses yang sedang kita jalankan ini adalah mengkondisikan KPM agar berkomitmen penuh untuk mampu menolong diri sendiri atau keluar dari sematan “Keluarga Miskin.”

Dari Serang Baru, Kabupaten Bekasi Kami Melaporkan.

Penulis: Herry Pasrani Mendrofa, S.Tr.Sos
Address: Kabupaten Bekasi/Kecamatan Serang Baru/Desa Sirnajaya

 

Comments

comments

Category: FDS PKH

Close