Peluncurkan Program E-Warung di Probolinggo oleh Mensos

Oleh | Pada Oktober 2, 2016

Peluncurkan Program E-Warung di Probolinggo oleh Mensos Probolinggo – Untuk meningkatkan akses keluarga miskin terhadap pelayanan keuangan inklusif serta menghilangkan penyalahgunaan bantuan, Kementerian Sosial (Kemensos) mengubah bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH) dari tunai menjadi non tunai. Program baru ini dilaksanakan dengan menggandeng BNI.

Kota Probolinggo sendiri dijadikan sebagai pelaksanaan penyaluran bansos non tunai ini. Bertempat di kantor Kelurahan Sumber taman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa dengan di dampingi oleh Walikota Hj. Rukmini meluncurkan layanan E-Warung Kube Program Keluaraga Harapan (PKH) di Kota Probolinggo, Sabtu (01/10/2016) siang.



“Sistem penyaluran bantuan sosial berbasis non tunai itu untuk mencegah distribusi yang tak tepat kuantitas dan kualitas. Selain bisa dikonversi ke gula, minyak goreng dan tepung terigu, bansos sedang diupayakan untuk bisa dikonversi dengan gas elpiji 3kilogram dan daging kerbau,” ujar Khofifah Indar Parawansa.

Launching layanan warung gotong royong elektronik (E-Warung) PKH, kata Khofifah Indar Parawansa, dengan menyerahkan sejumlah kartu bisa kepada warga penerima bantuan sosial PKH dan raskin.

“Program E-Warung ini menggandeng Bank BNI sebagai penyedia sistem belanja non tunai bagi penerima bansos dan Bulog sebagai penyedia kebutuhan pokok yang dijualnya,” tandasnya.

Di wilayah Kota Probolinggo baru tedapat 7 warung yang terintegrasi dengan layanan online E-Warung tersebut. Kedepannya akan terus ditambah sesuai kebutuhan di masing-masing kelurahan yang ada di Kota Probolinggo.

Lounching layanan E-Warung di Kota Probolinggo ini, merupakan yang ke 22 dari target 44 kota se Indonesia pada Desember 2016 nanti.

Peluncurannya dilatarbelakangi permasalahan penyaluran bansos yang tak tepat sasaran baik secara kunatitas maupun kualitas,”ucap Khohifah Indar Parawansa.

Dengan layanan E–Warung tersebut, lanjut Khofifah Indar Parawansa, setiap penerima bansos bisa datang langsung ke E-Warung untuk belanja kebutuhan pokok sesuai di kartu bisa.

“Bantuan tidak dapat diuangkan dan hanya dapat dikonversi ke beras, gula pasir, minyak goreng dan tepung terigu. Kami sedang mengupayakan untuk dikonversi dengan gas elpiji 3 kilogram dan daging kerbau,” terangnya.

Di wilayah Kota Probolinggo terdapat sedikitnya 15 ribu warga miskin penerima bansos baik pada PKH maupun program raskin. Secara nasional terdapat sebanyak lebih dari 675 ribu warga miskin yang terdata pada program bantuan sosial tersebut.

“Dengan peluncuran layanan E-Warung tersebut, diharapkan tidak ada lagi warga penerima bansos yang harus mengantre berlama-lama saat pencairan dan menerima bansos secara tepat guna dan sasaran,” pungkas Khofifa Indar Parawansa

Sumber http://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3311294/mensos-luncurkan-program-e-warung-di-probolinggo

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags:

Category: E-Warung PKH

Close