PENDAMPING PKH BUTUH NYALI DAN KEJUJURAN

Oleh | Pada Mei 22, 2018

PENDAMPING PKH BUTUH NYALI DAN KEJUJURAN Hidup adalah pilihan dan pilihan yang dijalani saat ini adalah putusan terbaik yang harus dihadapi dengan segala resiko tantangan dan konsekwensinya, demikian juga menjadi pendamping PKH adalah pilihan, siapapun dengan latar pendidikan sarjana bisa menjadi pendamping PKH sesuai proses tahapan yang ditetapkan Kementerian Sosial, namun begitu, menjadi PKH ini butuh nyali dan kejujuran.

Begitu masuk menjadi bagian dari SDM PKH pasti ketemu dengan kalimat “Selamat Datang di PKH”. Pekerjaannya berat karena harus sering meninggalkan keluarga, pekerjaannya penuh tantangan karena harus menghadapi seribu watak dan karakter orang, pekerjaanya beresiko karena harus keluar masuk dusun jalan bebatuan, menyusuri jalan persawahan, melintasi sungai bahkan kepulauan, turun naik bukit jalan setapak menuju lokasi dampingan merupakan hal yang biasa

Seperti daerah kecamatan Maesan arah barat pinggiran kota Bondowoso, termasuk kecamatan Grujugan, Binakal, Pakem dan Kecamatan Wringin yang rata-rata daerah pegunungan. Demikian juga arah utara Bondowoso seperti daerah kecamatan Tegal Ampel dan Taman Krocok. Tak kalah menantangnnya juga daerah timur yang berbatasan dengan kabupaten situbondo dan Banyuwangi, seperti Kecamatan Klabang, Prajekan, Botolinggo, Sumber Wringin dan Tlogosari, banyak sekali desa-desa pada kecamatan tersebut yang memiliki area pegunungan, jalan setapak, jalan sepi sepanjang perkebunan, hutan menjadi pemandangan para pendamping dalam mengemban tanggungjawab program ini, tidak sedikit cerita teman-teman pendamping yang langsung panas dingin sepulang kunjungan KPM, pertemuan P2K2, sepulang dari verifikasi pendidikan dan kesehatan di daerah pegunungan terpencil bahkan keselamatan jiwa dan kehormatan bagi para pendamping perempuan karena melewati sepanjang jalan perkebunan dan hutan sepi namun karena tekad bulat mengabdi kepada negeri, niat tulus ikhlas membantu sesama sejuta tantangan itu tidak pernah memadamkan semangat tanggungjawab pemegang amanah negara sebagai pendamping sosial PKH.



Berangkat bekerja pagi pulang sore bahkan petang hari menjadi kebiasaan pendamping bahkan malam hari seringkali tidak terus bisa istirahat karena masih memilah berkas dan data persyaratan kepesertaan KPM agar jangan sampai ada data-data yang keliru dan tercecer, belum lagi tuntunan kewajiban menyelesaikan pekerjaan dengan waktu yang sangat cepat, cerita ini pasti juga banyak tejadi pada pendamping PKH di pelosok negeri ini. Sungguh, pekerjaan pendamping PKH butuh nyali dan tekad bulat serta kejujuran, walau pada saat yang bersamaan harus diakui bahwa hal itu tentu sebagai konsekwensi pilihan pekerjaan ini.

Kementerian Sosial, butuh waktu panjang untuk mendapat kepercayaan mengelola anggaran negara dengan jumlah puluhan trilyun rupiah untuk program ini, sehingga tata aturan pekerjaan pendamping PKH terus dibenahi dan disempurnakan demi menjaga kepercayaan semua elemen bangsa untuk keberlangsungan dan keberhasilan program ini.

Pendamping PKH butuh nyali dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya karena tantangan pekerjaan tidak terbantahkan, pendamping PKH harus menguasai materi dan tugas pekerjaan, pendamping PKH harus berpenampilan fresh dan meyakinkan karena sosoknya adalah “nabi” dihadapan para KPM peserta PKH, pendamping adalah pengajar yang mengusai materi tugas-tugas dampingan, pendamping adalah motivator yang memiliki solusi dari persoalan yang menjadi beban KPM, pendamping adalah penyelamat keterpurukan ekonomi mereka para KPM.

Pendamping seyogyanya jujur dengan aturan program ini agar marwah program yang dibangun dalam jangka waktu panjang ini dengan menelan anggaran sangat besar tidak ternodai oleh kebohongan yang merugikan diri sendiri seperti masih turun perintah berjenjang dari koreg atau korwil agar jangan ada pendamping yang terindikasi merangkap pekerjaan di lembaga atau instansi lain sesuai aturan yang ditetapkan Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, akhirnya beban berat pekerjaan pendamping masih ditambah beban psikologi yang membuat tidak tenang diri bahkan jika terbukti merangkap pekerjaan dengan lembaga atau instansi lain akan mengikis marwah program ini serta akan mencemarkan nama baik dan reputasi oknum pendamping itu sendiri.

Beban berat pekerjaan di pundak pendamping dengan segudang tanggung jawab dan kewajiban tidak akan memiliki makna sama sekali jika dalam menjalankan tugas dan kewajibannya itu tidak dibingkai dengan nilai-nilai kejujuran, kejujuran kepada diri sendiri, kejujuran kepada aturan program serta kejujuran kepada Tuhan Yang Maha Esa. Seorang pendamping hendaknya jujur kepada diri sendiri dengan memastikan bahwa semua hak-hak KPM telah dipenuhi, tugas-tugas pendampingan telah dikerjakan, sangat miris jika ada berita di media pendamping melakukan pungli-pungli, apapun bentuk dan berapapun kecilnya pungli itu, pendamping berarti telah merendahkan martabat dirinya sendiri

Pekerjaan pendamping PKH sangatlah berat namun mulia dan bermartabat karena faktanya program ini memiliki andil besar dalam mengangkat derajat bangsa seperti pengakuan Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat dalam dialog PKH dengan tajuk “Social Justise For All” yang berlangsung di Jakarta menegaskan bahwa PKH adalah program yang telah ditetapkan sebagai prioritas nasional. Hal ini karena fakta program ini dapat meningkatkan taraf hidup keluarga penerima manfaat melalui akses layanan pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial, dapat mengurangi beban pengeluaran dan meningkatkan pendapatan keluarga miskin dan rentan, dapat menciptakan perubahan perilaku dan kemandirian keluarga penerima manfaat dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan serta kesejahteraan sosial, dapat mengurangi kemiskinan dan kesenjangan serta dapat mengenalkan manfaat produk dan jasa keuangan formal kepada Keluarga Penerima Manfaat.

Sebagai ujung tombak pelaksana program ini tentu para pendamping memiliki hak untuk dipikirkan dan diperbaiki kesejahteraan atau statusnya oleh pemerintah pusat, pemerintah propinsi dan pemerintah kabupaten sesuai dengan kewenangannya masing-masing sebentuk apresiasi kepada pendamping PKH sebagai “Pahlawan Mellenial” Bangsa ini. Walau para pendamping PKH dalam menjalankan tanggung jawab dan tugas kewajibannya betul-betul tulus ikhlas, jujur kepada diri sendiri, jujur dengan aturan yang ditetapkan Kementerian Sosial dan jujur kepada Tuhan Yang Maha Esa

Haqqul yakin.. Pekerjaan pendampingan PKH dengan segala dinamikanya akan memberi manfaat kepada pendamping itu sendiri, kepada keluarga dan kepada anak cucu bahkan pekerjaan ini bermanfaat tidak hanya di dunia ini tapi juga pada kehidupan setelah kematian nanti. Semoga…

Salam PKH dari Ujung Timur Pegunungan Pulau Jawa

Nama : HOSYAIRI Address: BONDOWOSO Alamat Email :qusyairi.mahfudz@yahoo.com

Hosyairi Korkab PKH Bondowoso 2018 

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Category: PKH Inspiration

Close