Peran pendamping kadang seperti malaikat bagi keluarga penerima manfaat

| November 29, 2017 | 0 Comments | 6.226 views

Peran pendamping kadang seperti malaikat bagi keluarga penerima manfaat”. Saat kita tak sengaja berlalu lalang di depan rumahnya atau berpapasan di jalan mereka biasa menyapa dengan ceria, ada pula yang mempersilahkan mampir. Serasa tambah saudara baru dimana-mana. Ya, mungkin itu bagian dari energi positif kita. Karena menjadi bagian alasan senyum mereka bahagianya tak terbeli. Kesan indahnya lama membekas. Bahkan dampak baiknya sampai ke keluarga pribadi kita

Indonesia salah satu tempat Yang Maha Pencipta karuniakan bagi kita. Dari berbagai kegiatan yang telah saya lalui hingga mengantarkan sampai pada aktivitas sosial di Program Keluarga Harapan (PKH). Untuk saya, PKH salah satu program kepeduliaan sosial yang bersistem luar biasa dari pusat hingga ujung sampai ke masyarakat dan bersinergi sesuai porsinya masing-masing. Keluarga merupakan komponen setiap negara termasuk Indonesia yang mewarnai sistem-sistem di wilayah tersebut. Dari keluarga, setiap individu bermula. Sebelum mengenal dunia luar, setiap anak belajar banyak hal dari keluarga. Ya, bisa dikatakan keluarga merupakan sekolah pertama kita. Berdasarkan hal tersebut PKH memfokuskan sasaran melalui keluarga. Seperti saat kegiatan Family Development Season (FDS) di setiap petemuan kelompok dampingan bulanan. Dari kegiatan ini kutemukan cerita setiap perjalanan mendampingi keluarga penerima manfaat. Seperti halnya:

  • Bersyukur tak perlu menunggu nanti Hadiah terindah sebenarnya sudah kita dapatkan dari dulu, saat Yang Maha Pencipta memberikan kesempatan terlahir ke dunia. Setiap yang terlahir sudah ditakdirkan sebagai pemenang seperti saat ribuan sperma yang bertarung dan hanya satu yang akan memenangkan menuju sel telur sehingga Tuhan jadikan manusia. Tubuh yang sehat dengan organ sesuai fungsinya. Maka tidak layak kita bicara menyerah dalam meraih kebaikan. Kita punya kekuatan luar biasa untuk mencapai harapan. Termasuk mendampingi keluarga penerima manfaat. Saat berkunjung ke rumah salah satu peserta PKH yang berukuran hanya sebidang rumah berbahan anyaman bambu dan itupun bukan tanah miliknya dihuni dua keluarga yang sama-sama janda. Mereka memberikan pukulan kepada saya bahwa masihkah sanggup mengeluh dengan nikmat dari Tuhan yang saat ini sudah diberikan meski adakalanya ketika menginginkan sesuatu terkadang tidak kunjung tercapai. Yang sudah ada sebenarnya lebih dari cukup. Bayangkan bagaimana Tuhan mengatur Skenario terindahNya kepada kita. Seperti apapun posisi kita saat ini maksimalkan kesempatan untuk melakukannya dengan sungguh-sungguh, karena suatu saat itu yang akan kita tuai. Jadi bersyukur tak perlu menunggu nanti. Sebab dengan bersyukur justru menambah nikmat. Bersyukur jadi warga negara Indonesia. Memperbaiki dari hal yang kecil, seperti jadi warga negara yang baik, dan jika memiliki peran lain mainkan peranmu sesuai porsinya



  • Menjadi mutiara diantara orang-orang sekitar kita Mutiara akan tetap menjadi mutiara meski di kubangan lumpur. Mutiara hanya analogi karena keindahan yang tersimpan dalam kerang di dasar lautan. Dari mutiara kita bisa belajar menjadi baik meski kadang lingkungan sekitar kita tidak seperti yang di harapkan.  Meski jadi tempat curhatan ibu-ibu keluarga penerima manfaat tetap pancarkan motivasi positif

  • Menjadi bagian alasan senyum mereka “Peran pendamping kadang seperti malaikat bagi keluarga penerima manfaat”. Saat kita tak sengaja berlalu lalang di depan rumahnya atau berpapasan di jalan mereka biasa menyapa dengan ceria, ada pula yang mempersilahkan mampir. Serasa tambah saudara baru dimana-mana. Ya, mungkin itu bagian dari energi positif kita. Karena menjadi bagian alasan senyum mereka bahagianya tak terbeli. Kesan indahnya lama membekas. Bahkan dampak baiknya sampai ke keluarga pribadi kita
  • Usia muda yang bermanfaat Usia yang paling puncak bisa dikatakan demikian saat muda. Puncaknya semangat, motivasi, cita-cita, harapan, serta ide-ide ala anak muda. Banyak istilah-istilah hebat tentang pemuda. Dan pertanyaan “dihabiskan untuk apa usia mudamu?” adalah salah satu motivasi saya untuk memanfaatkan waktu yang dipinjamkan Tuhan. Menggabungkan diri di lingkungan kegiatan sosial merupakan ibadah nyata selain ibadah yang lain. Senangnya bisa aktif mendampingi keluarga penerima manfaat. Kita bisa tahu cerita hidup mereka dan perjuangannya saat menghadapi masalah. Dan akhirnya belajar bersosial dengan ibu-ibu yang berperan mengelola keuangan keluarga. Kadang juga sebagai tempat curhat ibu-ibu peserta PKH

  • Belajar bermasyarakat Secara struktural program ini memberikan kesempatan belajar birokrasi dasar untuk pemuda-pemuda daerah. Kadang banyak yang menganggap masyarakat itu rumit, padahal mereka tempat belajar yang sebenarnya. Dari berbaur kecil bersama masyarakat kita tahu cerminan negara Indonesia secara dasar. Indonesia itu indah dari alam yang Tuhan Anugrahkan. Masyarakatnya terkenal gotong-royong dan ramah. Dan ini yang harus dipertahankan untuk anak cucu sebagai akhlaq dasar. Jika sudah mulai pudar, kita gaungkan kembali kepada diri kita sebagai pemuda dan mereka anak-anak penerus bangsa.

 

Ditulis oleh :  Kurnia Habibah
Address:Wonogiri/Purwantoro/Purwantoro
No HP:085728261xxx
Website: http://kurniahabibah.blogspot.com

Comments

comments

Category: PKH TERKINI

Close