PKH Klaten : Semua Pendamping gencar FDS

| Januari 25, 2018 | 0 Comments | 18.300 views

Kegiatan FDS bagi KPM PKH Program Keluarga Harapan merupakan program nasional penanggulangan kemiskinan yang terbukti berhasil mengurangi kemiskinan dan penurunan koefisien gini (Bank Dunia, 2015). Memasuki Tahun 2018 pemerintah memiliki target untuk menambah kepesertaan PKH menjadi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sebelumnya hanya 6 juta KPM. Dengan penambahan tersebut diharapkan KPM dapat mencukupi kebutuhan dasar dan meningkatkan daya beli, sehingga kedepan PKH menjadi program yang paling efektif dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Khusus di Kabupaten Klaten, PKH hadir sejak tahun 2013 dengan jumlah 40.517 KPM per Tahap I Tahun 2018. Adapun jumlah KPM tersebut belum ditambah dengan data hasil validasi Tahun 2017 yang telah dilakukan beberapa bula lalu.

 

Dengan banyaknya jumlah KPM tersebut, dibutuhkan peran pendamping sosial di setiap kecamatan seluruh wilayah Kabupaten Klaten. Peran pendamping sosial dalam menjalankan tugas dan fungsinya menjadi sosok penting dalam program ini, karena setiap harinya mereka berinteraksi dengan KPM secara langsung. Tugas pendamping sosial tersebut diwujudkan dengan melibatkan KPM dalam pemberdayaan, seperti membentuk kelompok usaha bersama (KUBE), mengelola E-Waroong, usaha simpan pinjam kelompok, peternakan, pengelolaan makanan, dan lain sebagainya. Dengan adanya pemberdayaan tersebut secara perlahan kehidupan ekonomi KPM tercukupi. Bahkan ada beberapa KPM yang sudah merasa sejahtera dan mengundurkan diri dari kepesertaan PKH, karena ia sadar bahwa bantuan PKH teruntuk warga miskin. Tentu ini menjadi prestasi tersendiri bagi pendamping sosial yang melakukan upaya pemberdayaan dan perubahan perilaku bagi KPM nya.



Perubahan perilaku positif tersebut tidak terjadi begitu saja, hal tersebut dilakukan pendamping sosial dengan memberikan materi FDS (Family Development Session) atau P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) yang secara umum meliputi pengasuhan dan pendidikan anak, manajemen ekonomi keluarga, kesehatan dan gizi, serta pengasuhan lansia dan disabilitas. Materi FDS tersebut disampaikan secara berkala setiap bulannya agar KPM memiliki wawasan dan pemahaman dalam menghadapi permasalahan yang sering dihadapinya. Adapun contoh materi yang disampaikan seperti menjadi orangtua yang lebih baik dapat dilakukan seorang ibu untuk menahan diri ketika marah pada pasangan dan anak, juga dapat dilakukan dengan mendengarkan anak yang sedang berbicara, menatap wajahnya dan memberikan senyuman. Ada juga materi tentang meningkatkan perilaku baik anak yakni dengan cara memuji anak, mengucapkan “tolong” ketika meminta anak melakukan sesuatu, mengucapkan “terimakasih” jika anak selesai membantu dan mengucapkan “maaf” jika orangtua melakukan kesalahan terhadap anak. Hal terpenting agar dapat menjadi orangtua yang lebih baik tidak ditentukan oleh berapa banyak jumlah uang yang dimiliki, namun bisa dilakukan orangtua dengan belajar mengendalikan emosi, bersikap, dan bertutur kata dengan penuh kasih sayang tanpa kekerasan. Selain itu ada beberapa materi yang disampaikan dengan cara role play dan bernyanyi, sehingga dalam penyampaian materi FDS tidak terasa menjenuhkan dan mudah diterima oleh KPM.

Dengan demikian diharapkan KPM dapat mempraktekkan apa yang telah dipelajari dari materi FDS tersebut, sehingga hal-hal positif yang telah dipelajari dapat menjadi kebiasaan sehari-hari dalam kehidupan keluarga. Dengan adanya materi FDS yang disusun oleh team Kementerian Sosial tersebut, pendamping sosial Kabupaten Klaten sampai hari ini gencar melakukan FDS di semua kelompok KPM. Hal ini karena PKH Klaten ingin fokus dalam upaya mendorong KPM memiliki wawasan, kemampuan, dan perilaku positif di lingkup keluarga maupun masyarakat.

Kontributor : Agung – Spv PKH Klaten

Comments

comments

Category: FDS PKH, PKH TERKINI

Close