PKH TIDAK HANYA SEKEDAR BAGI BAGI BANSOS

Oleh | Pada Mei 4, 2018

MEI; SISI LAIN LAPANGAN UPACARA, Berbicara tetang 2 Mei, tentu kita sepakat hal yang penting ditanggal itu adalah Hari Pendidikan Nasional atau akrab dengan sebutan Hardiknas. Pemerintah menetapkan Hari hari lahir pelopor pendidikan bangsa Ki Hadjar Dewantara sebagai Hardiknas. Berkat jasanya lah, pribumi dahulu bisa merasakan bangku sekolah.

Perjuangan begitu hebat dan pengorbanan yang tidak akan pernah ternilai untuk membebaskan bangsa dari belenggu pembodohan. Walau, pengasingan menjadi taruhannya. Bangsa yang besar itu, adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Upacara bendera menjadi hal yang tidak asing lagi terlihat dalam peringatannya.

Sesungguhnya esensi Hardiknas tidak lain adalah kesadaran bahwa pendidikan itu penting bagi kemajuan bangsa. Tujuannya membangkitkan kembali semangat juang dan penghayatan pencerdasan kehidupan bangsa.



“Air-Air.. Yang haus.. Nasi kuning-Nasi..,” Mondar-mandir ia menawarkan barang dagangannya.

Pagi itu, seorang anak kecil menenteng kotak jualannya disekitar pelabuhan. Dengan penuh rasa penasaran saya bergegas menghampirinya, berharap bisa bercerita dengan anak itu.

Sekilas terpikir “Pilihan yang berat bagi seorang anak yang masih belia”. Terbayang jika saya menjadi anak itu. Saya pasti tak akan kuat. Entah kemana harus menggantungkan asa.

“Jam begini, bukannya kamu harus di sekolah? Tanya ku, dengan penuh rasa penasaran. “Sekolah? Maaf Saya Harus Jualan” sambil berjalan meninggalkan ku.

Sekolah atau Kerja? Dilema itu, masih ada bernyanyi ditengah kita. Wajah polos, baju dibasahi keringat, dan napas ngos- ngosan. Dari kejauhan, tampaknya ia kecapean. Doaku hanya satu “Ya Tuhan, semoga anak itu masuk sebagai penerima bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH)”. Kalau ditanya, “mengapa hanya doanya sesingkat itu ?, Saya cukup menjawab, “PKH tidak hanya bagi-bagi uang” Sebagaimana riset yang dilakukan World Bank ditahun 2016 lalu, terjadi peningkatan akses PKH terhadap fasilitas pendidikan. Selain itu, dari data yang dihimpunan dari 18 kabupaten/ kota dan 17 Provinsi tercatat sebanyak 743 anak KPM memperoleh peringkat sepuluh besar disekolahnya. Terdiri dari 356 anak SD/ MI, 188 anak di SMP/ MTS dan 199 anak di SMA/ MAS, (Data Kemsos, Buku Bahan Ajar PKH 2018).

Sampai, memfasilitasi akses pendidikan tinggi, melalui program-program bantuan lainnya menjadi bagian komplementarisasi PKH. Tercatat 78 anak memperoleh Bidik Misi untuk melanjutkan pendidikan diperguruan tinggi. Dua anak KPM pun melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di luar negeri.

Kemampuan diluar kelas pun menunjukan sebanyak 131 anak KPM berprestasi dibidang olahraga, 54 dibidang sains dan 28 dibidang keagamaan, dihimpunan dari 18 kabupaten/ kota dan 13 provinsi (Data Kemsos 2017, Bahan Ajar PKH 2018)

Bagaimana tidak, syarat 85 persen kehadiran disekolah menjadi wajib bagi penerima bantuan serta fungsi pemberdayaan PKH yang dikenal dengan istilah FDS (Family Development Session).

Pendidikan adalah salah satu target sasaran PKH dalam meningkatkan sumberdaya manusia serta mendukung skenario besar peningkatan daya saing bangsa.

 

by Nama : Ajal Saputra Address: Operator Kab. Muna Prov. Sulawesi Tenggara

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Category: PKH TERKINI

Close