Pendataan Keluarga Penerima Manfaat, Program Keluarga Harapan (PKH), Evaluasi FDS

| Mei 18, 2018 | 0 Comments | 1.780 views

Rapat Pendataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH), Evaluasi pelaksanaan Family Development Session (FDS) Kabupaten Gorontalo – Pembukaan kegiatan Pendataan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Program Keluarga Harapan (PKH), Evaluasi pelaksanaan Family Development Session (FDS) dan Penyaluran Buku Tabungan (Butab) diwakili oleh Muhammad G. Kadir, SE, selaku Sekertaris Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo di Sekertariat PKH,  Kabupaten Gorontalo, Selasa (8/5).

Pada kesempatan itu, Muhammad G. Kadir  mengapresiasi kerja keras Sumber Daya Manusia yang terlibat dalam pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) mulai dari Koordinator Wilayah, Koordintaor Kabupaten, Pekerja Sosial Supervisor, Operator dan juga Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).

“Segala Sumber Daya Manusia yang terlibat pada program ini harus bekerja keras dan ikhlas dalam membantu mayarakat yang khususnya masuk dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Sumber Daya Manusia yang terlibat harus konsisten terhadap kewajiban menjalankan tugasnya dan tidak boleh terlibat maupun mengarahkan masyarakat untuk terlibat dalam persoalan politik yang ada.” kata Muhammad G. Kadir yang turut didampingi Kepala Seksi Jaminan Sosial dan Pekerja Migran (Titin Liliyana S. Nuna), Koordinator Wilayah (Hendrik Yasin), Koordinator Kabupaten (Munawir Akili), Pekerja Sosial Supervisor (Vicky Wahyu Bilondatu, Nur Hannah Qholilah Rahim, Fendi Ntobuo).



Titin Liliyana S. Nuna menambahkan bahwa Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo sangat senang dengan diadakannya kegiatan seperti ini dan akan selalu mendukung setiap kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH). Persoalan yang ada dimasyarakat terkait dengan bantuan komplenter harus diatasi secara bersama-sama dan harus ada koordinasi yang jelas. Dinas Sosial telah memberitahu kepala-kepala desa yang ada di Kabupaten untuk tidak mengeluarkan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan  (PKH) dalam pembagian Beras Sejahtera (RASTRA) ataupun bantuan lainnya.

Lebih lanjut, Koordinator Wilayah Program Keluarga Harapan Provinsi Gorontalo (Hendrik Yasin) menyampaikan Pendamping PKH merupakan jembatan penghubung karena mempunyai misi yang mulia untuk mensejahterkan masyarakat kurang mampu melalui Program Keluarga Harapan (PKH) ini, terlebih lagi dengan hadirnya Pekerja Sosial Supervisor yang berkewajiban mencerdaskan dan merubah perilaku Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melalui Family Development Session (FDS).

“Saya mengharapkan agar kendala dilapangan saat penyaluran Buku Tabungan dapat dikoordinasikan dengan Koordinator Kabupaten (Munawir Akili) dan pelaksanaan P2K2 dapat dilakukan secara tepat dan bermanfaat dapat didiskusikan dengan Pekerja Sosial yang bertugas di Wilayah Kabupaten Gorontalo” kata Hendrik yang didampingi oleh Koodinator Kabupaten (Munawir Akili).

Pada kegiatan ini, banyak persoalan yang terus dibahas dan dikaji secara bersama-sama. Salah satu contohnya terkait dengan persoalan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang sudah mampu dan juga terkait dengan graduasi peserta PKH serta pendataan komplentaritas yang didapatkan oleh KPM.

“Pendamping diminta untuk mendata secara tepat dan terpadu dalam memilih KPM yang sudah mampu agar mereka secara sadar untuk bisa digraduasi pada Program Keluarga Harapan (PKH) ini. Pendataan Komplentaritas sangatlah penting dilakukan agar kita dapat mengetahui data secara pasti dan dapat menjadi fasilitator bagi KPM yang belum mendapatkan bantuan komplentaritas yang ada. Pendamping PKH harus tetap semangat dan bekerja dengan ikhlas demi mewujudkan masyarakat yang sejahtera nantinya. Persoalan lain yang muncul terkait dengan yang sudah meninggal itu bisa dibuatkan Surat Waris dan juga berkoordinasi dengan pihak Kecamatan dan juga dengan pihak Bank yang bersangkutan. Pendamping harus siap memfasilitasi masyarakat yang terkendala dalam penyaluran Buku Tabungan (Butab).” kata Koordinator Kabupaten Gorontalo (Munawir Akili).

Progres maupun evaluasi pelaksanaan Family Development Session (FDS) disampaikan oleh Vicky Wahyu Bilondatu, selaku Pekerja Sosial Supervisor dalam Program Keluarga Harapan (PKH). Data yang didapatkan menunjukkan presentasi pelaksanaan FDS untuk Januari 2018 mencapai 0.004% dan mengalami peningkatan menjadi 0.31% di bulan Mei 2018.

“Saya senang dan juga banyak mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama bagi pendamping PKH yang telah bekerja keras untuk melaksanakan kewajibannya dalam melakukan kegiatan FDS ini. Pada prosesnya, ada beberapa yang harus ditingkatkan untuk menambah efek positif dalam pelaksanaan FDS ini, seperti menghadirkan aparat desa, substansi penyampaian materi dipertegas, menggunakan ice breaking dan membuat dokumentasi berupa vidio agar nantinya dapat dilihat kembali rentetan proses yang telah dilaksanakan. Lebih lanjut, untuk menciptakan iklim kerja yang baik pada pelaksanaan FDS, maka para Pendamping PKH dan juga Pekerja Sosial Supervisor harus mengidentifikasi isu-isu masalah yang ada dan juga kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat.” kata Vicky W. Bilondatu selaku Pekerja Sosial Supervisor Kabupaten Gorontalo

“Identifikasi Masalah dalam pelaksanaan FDS merupakan sebuah kewajiban yang akan dipegang teguh untuk kepentingan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Wilayah yang berada di Kabupaten sangatlah luas yang terdiri 19 Kecamatan dan 206 Desa dampingan, maka kami Pekerja Sosial Supervisor membagi wilayah kerja menjadi 3 yaitu, Telaga CS (Regional I), Batuda’a CS (Regional II) dan Asparaga CS (Regional III).” Kata Fendy Ntobuo, selaku Pekerja Sosial Supervisor Kabupaten Gorontalo.

Selain itu, “Nantinya  strategi dalam pelaksanaan FDS akan terus dikembangkan mulai dari Coaching bagi Pendamping PKH, pemilihan materi modul yang disampaikan dan juga pelatihan-pelatihan lainnya demi kepentingan Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Pelaksanaan FDS akan sering dipublikasi melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook agar succes story dari pelaksanaan FDS yang dilakukan pendamping PKH dapat diketahui banyak pihak dan memberi dampak positif baik pemerintah, masyarakat, SDM pelaksana Program Keluarga Harapan (PKH) dan lain-lain.” Kata Nur Hannah, selaku Pekerja Sosial Supervisor Kabupaten Gorontalo.

“Seluruh rangkaian kegiatan dapat dijadikan petunjuk dan dukungan bagi Sumber Daya Manusia pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Gorontalo. Mudah-mudahan Kabupaten Gorontalo menjadi daerah yang lebih maju dan masyarakatnya bisa sejahtera, adil dan makmur” kata Titin selaku Kepala Seksi Jaminan Sosial dan Pekerja Migran yang sekaligus menutup kegiatan pada hari itu.

Comments

comments

Category: PKH TERKINI

Close