Refleksi Pelaksanaan Family Development Session Program Keluarga Harapan

Oleh | Pada September 4, 2018

Proses pelaksanaan Familly Development Session (FDS) di dalam Program Keluarga Harapan (PKH) adalah hal yang sangat penting dalam menunjang pembangunan sumberdaya manusia Keluarga Penerima Manfaat (KPM), yang dalam hal ini adalah pengurus keluarga. Secara umum, setidaknya eksistensi FDS diharapkan mampu bermanfaat dan menjadi strategi dalam mengubah mental KPM sebagai keluarga yang berada pada garis ekonomi menengah kebawah yang cenderung dianggap apatis dan terbelakang terhadap berbagai hal, untuk tetap dapat memahami pentingnya cita-cita keluarga yang sejahtera. Baik sejahtera melalui pendidikan, kesehatan maupun perekonomian.

Bersama dengan hal itu, Pendamping Sosial PKH sebagai ujung tombak dalam pelaksanaan FDS kepada seluruh KPM tentu menjadi sangat strategis. Kestrategisannya tentu meliputi banyak hal dalam pelaksanaan FDS. Artinya, Pendamping Sosial PKH tidak semata-mata hanya memenuhi target pelaksanaan FDS secara formalistik semata. Seperti halnya para guru di sekolah yang secara berkelanjutan selalu mencari solusi pada setiap permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran di sekolah bersama siswa-siswanya. Demikian pula Pendamping Sosial PKH hendaknya selalu sensitif terhadap permasalahan-permasalahan yang terjadi saat pelaksanaan FDS dan sekaligus dapat mencari formula-formula yang segar sebagai jalan keluar untuk menjawab tantangan dan permasalahan tersebut.

Mengacu pada pengalaman pribadi, ada beberapa hal yang bersifat umum dan cenderung muncul di awal-awal pelaksanaan FDS. Hal ini jika tidak disikapi dengan baik, maka akan menjadi batu sandungan tersendiri bagi kesusksesan pelaksanaan FDS. Permasalahan tersebut tidak saja bisa dianggap hanya bersifat situasional semata, namun juga harus dapat dilihat secara holistik—sehingga Pendamping Sosial PKH dapat secara serius memahami permasalahan-permasalahan yang terjadi dari berbagai aspek. Baik aspek yang bersifat di internal Pendamping Sosial PKH maupun aspek eksternal yang mengarah pada KPM.



(Keterangan Foto: Pendamping Sosial PKH bersama KPM PKH sedang melaksanakan FDS)

Adapun hal-hal yang perlu direfleksi dalam pelaksanaan FDS secara umum adalah sebagai berikut.

  1. MEMAHAMI KARAKTERISTIK KPM YANG BERBEDA

Harus kita akui bersama, bahwa setiap KPM yang di dampingi oleh setiap Pendamping Sosial PKH memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Karakteristik yang berbeda-beda ini pun disebabkan oleh berbagai alasan. Baik alasan pendidikan, pergaulan sosial maupun  alasan pekerjaan KPM. Itulah sebabnya, Pendamping Sosial PKH harus dapat memahami perbedaan karakteristik ini. Hal ini menjadi penting pengaruhnya terhadap materi yang akan disampaikan saat FDS. Di awal pelaksanaan FDS sudah semestinya Pendamping Sosial PKH harus mampu membangun kesadaran bersama para KPM dengan mengambil jenis-jenis atau contoh-contoh permasalahan-permasalahan yang serupa dan memang telah diketahui bersama oleh semua KPM untuk dikaitkan dengan materi FDS yang akan disampikan.

  1. MEMAHAMI PENTINNGNYA DIALOG RASIONAL TERHADAP KPM

Di dalam pelaksanaan FDS, hendaknya menghindari dialog-dialog yang tidak rasional dengan KPM. Dialog-dialog yang tidak rasional adalah dialog yang secara sederhana tidak dapat dipahami oleh KPM. Ketidakpahaman KPM terhadap dialog atau yang tidak rasional, sering diakibatkan oleh ketidakpekaan Pendamping Sosial PKH terhadap situasional atau latar belakang KPM. Sedangkan dialog yang rasional adalah dialog yang diangkat melalui kisah-kisah nyata yang sering dialami oleh KPM dalam kehidupan sehari-hari. Itulah sebabnya, Pendamping Sosial PKH setidaknya memahami secara utuh kehidupan semua KPM dampingannya. Artinya, ukuran maksimal sebuah dialog yang dibangun dalam FDS adalah ukuran maksimal pengetahuan KPM. Salah satu dialog yang tidak rasional sering terbangun secara tidak sadar melalui bahasa, kalimat atau kata-kata yang disampaikan oleh Pendampaing Sosial PKH dan sulit diterjemahkan oleh KPM.  Buatlah bahasa, kalimat atau kata-kata yang mudah dicerna secara langsung oleh KPM.

Keterangan Foto: Pendamping Sosial PKH membangun keaktifan KPM PKH dalam FDS)

  1. MEMAHAMI PENTINGNYA MEMELIHARA MINAT BELAJAR KPM

Memelihara minat belajar KPM dalam FDS adalah tantangan yang sejatinya paling ekstrim bagi Pendamping Sosial PKH. Tentu di dalam proses pembelajaran, jika seorang Pendamping Sosial PKH tidak mampu mempertahankan minat belajar KPM, maka resiko terkecil adalah KPM tidak konsentrasi dalam menerima materi FDS dan hal yang pasti adalah ketidaksuksesan pelaksanaan FDS. Kesegaran minat belajar KPM harus selalu difasilitasi dengan baik oleh Pendamping Sosial PKH. Hal yang dapat dilakukan oleh Pendamping Sosial PKH untuk memelihara minat belajar KPM adalah menciptakan, memperkaya dan menyesuaikan metode pelaksanaan dan penyampaian materi FDS. Di dalam konteks ini pula, sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan kebutuhan liquid crystal display (LCD) bagi para Pendamping Sosial PKH sebagai sarana dan prasarana elektronik penunjang kesuksesan pelaksanaan FDS.

  1. MEMAHAMI PENTINGNYA KEAKTIFAN KPM

Di dalam proses pelaksanaan FDS, Pendamping Sosial PKH harus mampu membangun semangat dua arah—yakni keaktifan Pendamping Sosial PKH dan semua KPM.  Secara formalistik, kegiatan pelaksanaan FDS yang baik adalah jika terjadi interaksi aktif antara pendamping Sosial PKH dengan KPM. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa, tugas dan tanggungjawab Pendamping Sosial PKH adalah mampu mengelola materi yang disampaikan secara efektif, dinamis, efisien dan juga positif yang dibuktikan dengan keterlibatan KPM. Pendamping Sosial PKH dalam hal ini sebagai penginisiatif awal dan pengarah serta pembimbing, sedangkan KPM adalah sebagai subyek yang mengalami dan terlibat aktif untuk memperoleh perubahan diri. Peran seorang Pendamping Sosial PKH dalam pelaksanaan FDS bukanlah untuk mendominasi, tetapi membimbing dan mengarahkan KPM untuk aktif memperoleh pemahamannya melalui materi FDS yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari KPM.

  1. MEMAHAMI BIDANG ILMU YANG DI SAMPAIKAN

Salah satu hal yang cenderung sering dianggap remeh oleh Pendamping Sosial PKH dalam pelaksanaan FDS adalah memahami pentingnya menguasai materi yang akan disampaikan kepada KPM.  Seperti halnya tradisi seorang guru dalam proses pendidikan, seorang Pendamping Sosial PKH pun semestinya selalu menyegarkan pengetahuannya tentang ruang lingkup materi-materi FDS—terlebih materi yang akan disampaikan kepada KPM dalam waktu yang segera. Disamping itu pula, Pendamping Sosial PKH hendaknya dapat menggali dan  mengembangkan wawasannya terkait materi-materi FDS, sehingga dapat menghindari kekeringan modal pengetahuan yang beresiko pada sempitnya ruang lingkup materi yang disampaikan—mengingat permasalahan-permasalahan KPM yang dialami sangatlah kompleks.

Bersama dengan hal itu, FDS sebagai bagian yang strategis dalam eksistensi PKH hendaknya kita bangun dan jaga dengan semangat professional kerja yang penuh dengan kesungguhan hati. Ibarat belati sebagai sebuah alat ukir, maka FDS sejatinya adalah alat pengasahnya. Keberadaan pengasah akan semakin bermanfaat bagi belati, jika orang yang mengasahnya memiliki kecerdasan, prinsip, integritas dan semangat juang yang sungguh-sungguh dalam mengasahnya. Pengasah hanya akan menjadi pengasah yang tidak berarti, jika orang yang bertugas mengasah hanya tahu cara menggunakan belati—niscaya belati pun hanya akan tumpul dan berkarat dan kehilangan jati diri ketajamannya. SALAM PKH!!.

 

***by. I PUTU HERI DIANANDIKA—Pendamping Sosial PKH Kabupaten Jembrana~Bali.

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags: , ,

Category: FDS PKH

Close