SDM PKH Harus Selalu perbaharui informasi yang terkait dengan PKH

Kemajuan jaman saat ini sudah tidak bisa dibendung lagi. Segala macam informasi bisa disampaikan melalui internet yang sudah jamak bagi pengguna teknologi yang setiap harinya selalu bertambah dan terdiri dari berbagai macam kalangan,  golongam dan status. Media Online dan Media Sosial hampir sama mudahnya diakses dan dimanfaatkan oleh netizen. Itu fakta yang tidak bisa terbantahkan.

Berdasarkan fakta itulah saya ingin menyampaikan, bahwa masyarakat awam dalam hal ini KPM PKH maupun warga yang bukan KPM PKH pun sudah bisa menggunakan media sosial termasuk email atau telepon, sehingga ketika ada sesuatu yang mereka anggap tidak pas atau tidak tepat pasti akan disampaikan ke ruang publik. Kawan – kawan pun bisa melihat sendiri ada banyak pengaduan dari masyarakat yang disampaikan melalui media sosial.

Apa yang terjadi di lapangan adalah sudah menjadi tanggung jawab kita. Ketidaktahuan masyarakat mengenai PKH adalah tanggung jawab kita. Berikan pemahaman yang baik dan benar tanpa harus “menelanjangi diri”. Menelanjangi diri di sini artinya kita jangan sampai menunjukkan kalau kita tidak tahu tentang sistem atau proses di PKH. Ibarat kata kita ini adalah guru, akan sangat tidak elok jika kita sampai tidak bisa menjawab pertanyaan dari murid – muridnya.




Selalu perbaharui informasi yang terkait dengan PKH, baik dari pihak – pihak resmi seperti Korkab / Korkot / Korwil / Koreg maupun dari website resmi milik Kemensos RI maupun web / fan page yang memiliki kredibelitas cukup baik dalam menyampaikan berita tentang PKH. Bertanyalah pada orang yang tepat sehingga informasi yang didapat tidak simpang siur.

Sebagai contoh, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana proses pengumpulan data itu dimulai dari mana sehingga ketika kita mendapatkan pertanyaan dari masyarakat yang menanyakan hal itu kita bisa menerangkan dengan baik. Begitu juga saat menerangkan kriteria para penerima manfaat PKH, kita juga harus paham. Kita juga dituntut bisa menyampaikan kepada masyarakat bagaimana tugas kita sebenarnya karena bagi sebagian besar masyarakat, mereka mengira kita yang membuat data kepesertaan PKH, padahal tidak. Kita hanyalah pengguna data saja.

Namun begitu, kita juga harus bisa menerapkan filosofi “mikul dhuwur mendem jero” (menjunjung tinggi kebaikan dan mengubur dalam – dalam keburukan) yang artinya ketika kita melihat adanya sebuah kemajuan program ini maka kita wajib mensosialisasikan ke publik. Jika nanti kita menemukan permasalahan – permasalahan di lapangan yang terkait PKH sebaiknya kita sampaikan secara baik – baik secara berjenjang dan melalui jalur yang semestinya.

Kita semua tergabung dalam sebuah program nasional bernama Program Keluarga Harapan yang jumlah SDM nya terhitung total ada 40.449 orang SDM PKH baik yang baru atau yang lama. SDM PKH ini menempati posisi jabatan dari Pendamping, Operator Kabupaten / Kota,  Korkab / Korkot, Korwil,  hingga TA. Bisa dibayangkan betapa besarnya keluarga PKH ini. Kita semua bertanggung jawab akan 10 juta KPM yang menjadi peserta PKH. PKH ibarat rumah bagi kita semua. Layaknya sebuah rumah, rumah itu harus kita jaga dan rawat. Dalam kehidupannya ada tata krama dan adab yang harus kita patuhi dan laksanakan. Ada pemimpin yang yang bertanggung jawab penuh atas kehidupan dan penghidupan keluarga tersebut. Kita sebagai anggota keluarga sudah wajib hukumnya mematuhi aturan dan peraturan yang ada. Itulah esensi dari sebuah keluarga.

Inilah kekuatan utama PKH, dengan jumlah SDM yang begitu banyak diharapkan bisa mengawal program ini dengan baik di lapangan maupun dari sisi administrasi. Bahwa permasalahan memang akan selalu ada itu adalah sesuatu yang tidak mungkin dihindari oleh kita. Yang terpenting bukanlah mencari – cari ini kesalahan milik siapa atau penyebabnya apa namun mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah yang ada.

Ada baiknya kita mulai dari diri kita dahulu. Jika kita menemukan permasalahan di lapangan sebaiknya kita jangan langsung mempublikasikan ke pihak luar. Cari penyebabnya dan lakukan koordinasi secara berjenjang sampai kita bisa mendapatkan jawaban dari permasalahan yang ada. Semua sudah diatur dan ada jalurnya. Selalu kedepankan prinsip menyelesaikan masalah tanpa menimbulkan masalah baru karena nanti kita sendiri yang repot.

“Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh”

Motto ini harus kita tanamkan dalam – dalam ke benak kita. Rangkul dan peluklah para SDM PKH Baru. mereka membutuhkan bimbingan dan arahan dari para SDM PKH Lama. Perbedaan kohort jangan dijadikan alasan untuk tidak mau menerima mereka. Bagi SDM PKH Baru pun demikian, sering – sering lah merapat ke SDM PKH Lama. Arah dan tujuan kita sama jadi kita harus kompak. Ingat,  kita kuat karena bersatu, kita lemah karena berpisah.

Renungkanlah.. 

Di luar pintu rumah kita ada jutaan KPM yang harus kita dampingi. Lakukan pendampingan dengan baik dan jangan sampai mereka terabaikan. Sudah menjadi kewajiban kita melakukan itu. Sudah banyak contoh baik yang dilakukan oleh kawan – kawan dalam mendampingi para KPM nya. Semoga apa yang sudah dilakukan oleh kawan – kawan bisa menjadi motivasi dan semangat bagi kawan – kawan yang lain. Mari kita bersama – sama melangkah demi Indonesia yang lebih sejahtera..

(GA)

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Tags: ,

Category: PKH TERKINI

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.