Sosialisasi Bantuan Sosial PKH dan FDS Memahami Perilaku Anak

Oleh | Pada Februari 9, 2019

Sosialisasi Bantuan Sosial PKH dan FDS Memahami Perilaku Anak Batu, dusun Klerek Kecamatan Junrejo. Dihadiri 21 keluarga penerima manfaat (kpm) Program Keluarga Harapan Kemensos RI digelar Family Development Session (FDS)/pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2). Berjumlah 21 keluarga penerima manfaat ibu-ibu memperhatikan dan mencatat informasi jumlah besaran bantuan sosial yang diperoleh sebagai keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial maksimal untuk empat anak.

Bahkan salah satu ibu senang jumlah bantuan yang diterima lebih besar karena punya dua anak, satunya anak SMP dan SD ungkap salah satu peserta Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial di rumah ibu rukiati dusun Klerek Kecamatan Junrejo Kota Batu.

Besaran indeks bantuan sosial yang diberikan pada tahap pertama PKH Reguler setiap keluarga sebesar Rp. 550.000/tahun, PKH akses untuk setiap keluarga Rp. 1.000.000/tahun, kemudian bantuan komponen setiap jiwa maksimal 4 orang dalam satu keluarga dicairkan empat tahap dalam setahun.



Penjelasannya sebagai berikut untuk ibu hamil Rp. 2.400.000/tahun, anak usia dini 0-6 tahun Rp.2.400.000/tahun, SD/Sederajat Rp. 900.000/tahun, SMP Rp. 1.500.000/tahun, SMA/Sederajat Rp. 2.000.000, Penyandang disabilitas berat Rp. 2.400.000/tahun, lansia 60 tahun ke atas Rp. 2.400.000/tahun.

Bantuan sosial ungkap pendamping sosial Kecamatan Junrejo chychy Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial digunakan untuk kebutuhan anak, menyisihkan bantuan untuk tabungan yang bisa digunakan untuk kebutuhan mendesak atau tidak terduga, memeriksakan kesehatan, mendorong semangat tuntas berangkat sekolah untuk anak – anak, rajin menghadiri pertemuan bulanan secara rutin untuk family development session atau pertemuan peningkatan kemampuan keluarga. Bantuan sosial dipergunakan sebaik-baiknya. Menyisihkan bantuan sosial untuk usaha jauh lebih berperan menuju keluarga sejahtera sehingga dari usaha tersebut nantinya berkembang siap keluar dari keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial. Tidak boleh bantuan sosial kemudian digunakan untuk sesuatu keinginan yang lebih mengarah pada penggunaan konsumtif.

Cukup bahagia keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial terhadap perubahan indeks bantuan sosial yang meningkat untuk membantu, mensejahterakan keluarga penerima manfaat tersebut. Bantuan sosial tersebut sangat membantu meringankan beban kehidupan seperti kebutuhan pokok,  memberi stimulus untuk semangat sekolah bagi putra – putri keluarg penerima manfaat, rajin memeriksakan kualitas kesehatan dan kesadaran bahkan sampai usia lanjut usia diperhatikan secara maksimal. Keluarga penerima manfaat ini acuannya pada data basis data terpadu (bdt).

Memahami Perilaku Anak

Setiap anak memiliki perkembangan dan karakteristik berbeda satu dengan lain. Selain itu setiap pertumbuhan usia akan mempengaruhi perkembangan baik secara fisik maupun cara berfikir.  Anak yang dimaksud ialah usia 0 tahun (dalam kandungan) sampai 18 tahun. Mereka perlu diperhatikan tumbuh kembangnya dalam kehidupan sehari – hari.

Salah satu cara yang digunakan untuk mengenalkan dan memperdalam bahasan anak, di Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial Republik Indonesia terdapat salah satu bahasan modul pengasuhan dan pendidikan anak di rumah sesi memahami perilaku anak.

Setiap anak dalam pertumbuhan dan perkembangan perilakunya salah satu komponen yang mempengaruhi terdapat faktor lingkungan, keluarga, teman sepermainan dan semacamnya.

Perilaku anak untuk usia di bawah usia 0 – 14 tahun hampir sebagian besar dipengaruhi perkembangan perilakunya oleh keluarga (orang tua) dan lingkungan. Faktor dominan keluarga (orangtua)memberikan kelekatan (attachment) dalam pengasuhan anak di rumah untuk setiap pertumbuhan perkembangan perilaku anak.

Menurut Walgito (2015) meliputi tindakan baik yang nampak maupun tidak nampak dalam artian luas. 

Family Develompent Session (fds)/pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) merupakan salah satu kewajiban keluarga penerima manfaat Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial yang rutin dilaksanakan sebulan sekali.

Melanjutkan Family Development Session (fds)/pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) pendamping sosial chychy Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial menanyakan materi sebelumnya sebelum masuk di materi selanjutnya, misalnya bu Ul menyebutkan sifat baik anak seperti jujur, suka menolong. Memuji sifat dan perilaku anak salah satu bentuk memahami sifat baik anak. Memberi penghargaan terhadap perilaku baik anak sesuai kemampuan orangtua.

Bagaimana cara mengurangi perilaku buruk anak

Caranya, diantaranya tidak menggunakan kekerasan pada anak. Kekerasan pada anak memberikan efek negatif lama bagi anak untuk menghilangkan. Kekerasan pada anak bisa fisik dan non fisik. Perlakuan kekerasan pada anak menimbulkan sifat diantaranya perlakuan agresif, pemarah. Memahami perilaku buruk anak disesuaikan menurut perkembangan anak. Penanganannya pun berbeda sesuai tahapan perkembangan usia. Sehingga kejelian memhami setiap pertumbuhan dan perkembangan anak juga mempengaruhi cara memahami perilaku anak.

Family Development Session (fds)/pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (p2k2) berlangsung selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit di rumah ibu Rukiati. Selama waktu lebih dari satu jam orangtua diharapkan mempraktikkan penggunaan bantuan sosial Program Keluarga Harapan Kementerian Sosial secara benar, mengerti jumlah besaran bantuan sosial setiap komponen dan bu-ibu mempraktikkan cara memahami perilaku anak di rumah.

Oleh Peksos supervisor PKH Kota Batu Moch. Ferry Dwi Cahyono Dikirim melalui Pengiriman artikel

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags:

Category: FDS PKH

Close