Urgensi Family Development Session untuk modifikasi Perilaku KPM PKH

Oleh | Pada Oktober 30, 2018

Urgensi Family Development Session untuk modifikasi Perilaku KPM PKH Dalam kajian ilmu psikologi modifikasi perilaku menjadi pembicaraan serius dalam rangka merubah perilaku manusia. Selama manusia masih bernyawa, modifikasi perilaku bukanlah hal yang mustahil. Asal memiliki pengetahuna yang cukup untuk melakukan perubahan dan memiliki instrument kunci yang di jadikan sebagai stimulus merubah perilaku.

Dalam konteks bantuan social PKH, pemberian bantuan secara tunai/non-tunai merupakan bagian dalam stimulus merubah perilaku. Tetapi hal tersebut dipahami sebagai stimulus sementara dan memerlukan perangkat program yang mampu menstimulus lebih baik. Maka penerapan Family Development Session (FDS) sebagai upaya untuk merubah perilaku penerima bantuan menjadi langkah penting kesuksesan program.

Urgensi Family Development Session untuk modifikasi Perilaku KPM PKH



 

Mari kita memahami esensi FDS sebagai program startegis PKH agar keberlangsungan program tidak sekedar pertemuan rutin semata.

  1. Pahami FDS sebagai Instrumen penting Modifikasi Perilaku SDM Pelaksana harus mampu menginternalisasi materi-materi dalam FDS sebagai sebuah imu dan skill untuk merubah perilaku manusia. Sehingga belajar melalui diklat maupun coaching di kabupaten/kota masing-masing tidak cukup. Harus secara sadar belajar hal-hal yang dapat meningkatkan SDM Pelaksana. Jika SDM pelaksana sudah mendapat diklat, lebih bijak jika tetap ada pertemuan SDM pelaksana FDS dalam forum-forum belajar. Karena ada rentang waktu yang cukup panjang antara pelaksanaan diklat dengan aplikasi kepada SDM. Pertemuan tersebut juga dimaksud mengumpulkan ide-ide baru dalam pengeloaan FDS dan menyesuiakan dengan kondisi/realita di lokasi dampingan. Seperti di kabupaten Sukoharjo Jawa Tengah yang melaksanakan FCC (FDS Coaching Club) secara rutin tiap bulan.
  2. Pahami peserta sebagai tokoh penting dalam proses perubahan. Menemukan mindset yang benar tentang KPM sebagai peserta PKH adalah suatu keniscayaan. Bahwa mereka adalah tokoh utama bukan obyek ceramah pendamping social. Model pembelajaran aktif learning memberikan kesempatan KPM mengekspresikan dirinya dengan stimulus yang tepat dari pendamping. Maka pendamping banyaklah mendengar sehingga mampu menempatkan KPM sebagai tokoh utama.
  3. FDS itu kebutuhan KPM bukan keinginan Pendamping Memahami kebutuhan KPM akan memberikan kemudahan pendamping untuk menyampaikan materi yang sesuai dengan keadaan. Pendamping tidak bias memaksakan keinginannya dalam menfasilitasi FDS hanya berdasarkan kemampuannya saja. Kreatifitas pendamping diperlukan agar kebutuhn KPM bisa dipenuhi. Atau ketergesaan untuk menghabiskan materi menjadi penyakit dalam upaya perubahan perilaku. Misalnya saat materi Ekonomi, jika pendamping sama sekali tidak memiliki kemmapuan tersebut padahal menjadi sesuatu yang penting dan segera dilaksankan dalam komunitas/kelompok dampingannya maka bias mendatangkan praktisi bisnis UMKM agar lebih mengena. Dalam hal ini pendamping bukan single fighter, ia fasilitator.
  4. Evaluasi!  Jika ditanya, “apakah FDS anda berhasil?” atau “seberapa besar anda berhasil?” maka tidak hanya sekedar jawaban normative yang dibutuhkan. Anda harus memilki data perkembangan kemampuan yang menunjukkan perubahan perialaku. Anda harus memilki tolok ukur perubahan perilaku. Anda harus memiliki sederet instrument untuk menggali perubahan perilaku… hehe, berat ya jadi pendamping social .

FDS sudah saatnya menjadi prioritas program pendukung bansos. Keberhasilan PKH sesungguhnya bukan besaran bantuan, tetapi perubahan perilaku. Yang secara batasan definisi perlu di perjelas. Ukuran yang terukur dan meiliki intrumen yang secara ajeng mampu mengukur perubahan perilaku.

Mari bersama bersinergi menjadi bagian penting dalam perubahan perilaku KPM. Kebahagiann kita akan lebih terasa jika melihat KPM berubah perilakunya yang lebih produktif.

Salam FDS…

Oleh: Ahmad S. Ahid (Korkab PKH Kab. Sukoharjo)

Sumber https://pkh.kemsos.go.id/?pg=detail_berita&id=107

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags: ,

Category: FDS PKH

Close