Usaha Tidak Akan Pernah Mengkhianati Hasil, Graduasi Mandiri KPM PKH

Nenti (45 tahun) beliau adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM)  yang berhasil keluar (graduasi mandiri) dari kondisi kemiskinan yang di rasakan selama bertahun-tahun. Beliau sekeluarga beserta suami memiliki semangat yang besar untuk meningkatkan taraf hidupnya agar menjadi lebih baik,ia tak pernah putus asa berbagai cara telah dilakukan untuk menjadi sukses. Salah satu caranya beliau meminjam sana-sini untuk memiliki modal, hanya modal nekat ia mengajukan pinjaman ke partai-partai politik tetapi ditolaknya, beliau berusaha mengajukan program pemerintah “Runtilahu” sampai bertahun-tahun tidak kunjung di survey, sampai waktunya datang survey ia telah memiliki usaha dan merenovasi rumahnya sendiri. Untuk merintis usaha perjuangan di tolak untuk mengajukan pinjaman, pada akhirnya tahun 2014 ia mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu PKH untuk membantu anak-anaknya dalam sekolah dan membantu kondisi keluarga yang saat itu suami hanya bekerja sebagai kuli bangunan yang tidak jelas.

Menurut nenti, “kita jangan mengandalkan program pemerintah saja, harus usaha agar lebih sukses” ujar nenti (45 tahun)

Semangat ibu tidak pernah putus beliau terus menerus usaha dengan tekad yang kuat meminjam modal sana sini kepada saudara-saudara untuk merintis usaha berjualan krupuk di salah satu pasar tradisional di Kota Cirebon “alhamdulillah saudara-saudara semua membantu saya dalam merintis usaha, saya bisa hidup enak sekarang tak lepas dari bantuan saudara saya”




Ibu Nenti menjadi peserta PKH dari tahun 2014 dengan barcode peserta 327404000100114, pada awal menjadi peserta hingga berakhir di dampingi oleh Iin Mustikasari, menurut mba Iin “ibu Nenti pada awal menjadi peserta memang kondisinya tidak seperti ini, bapanya masih kerja sebagai kuli bangunan. Tetapi seiring berjalan waktu ibu Nenti hidupnya jauh lebih baik sudah mapan dan berkecukupan ekonominya, alhamdulillah bersyukur keadaan jauh lebih dan kondisi rumah yang sekarang sangat layak huni”

Ibu Nenti memiliki suami yang sama-sama merintis usaha dan membangun usaha dari 0, beliau memiliki 4 orang anak (usia 26 tahun, 24 tahun, 22 tahun, dan 11 tahun) beliau jumlah tanggungan anak sisa 2 orang yang kuliah dan sekolah dasar. Menurutnya “terimakasih kepada PKH membantu keluarga saya ketika keadaan ekonomi dibawah dan belum mempunyai apa-apa PKH sangat membantu untuk anak sekolah tetapi jangan mengandalkan bantuan terus menerus harus maju dan sukses”

Seiring berjalannya waktu beliau dapat mengoptimalkan untuk mengembangkan usaha sampai pada saat ini, yang memiliki beberapa usahanya yaitu berjualan krupuk di pasar tradisional, memiliki warung sembako di depan rumahnya, jualan walapaper tembok (jasa pemasangan) dan berjualan sendal-sendal. Dengan berkembangnya usaha ibu Nenti memiliki pendapatan cukup meningkat memperoleh kurang lebih Rp 2.000.000/ hari paling sedikit Rp 1.000.000/ hari  tergantung dari keramaian berjualan” tutur bu Nenti.

Sekarang tidak menjadi peserta PKH kembali tidak apa-apa sudah merasa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memenuhi biaya sekolah anak.

Namun demikian pengalaman hidup Ibu Nenti dengan segala yang terjadi masih semangat dan memahami bantuan pemerintah jangan terlalu di harapkan kita harus tetap usaha, niat, dan berdoa untuk menjadi sukses. Semua tantangan tersebut harus semangat dan kekuatan yang kuat untuk menjadi sukses dan Ibu Nenti menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi PPKH Kota Cirebon untuk dapat memandirikan Keluarga Penerima Manfaat atas nama Nenti yang berakhir pada bulan Juni 2018.

Kisah ibu Nenti menjadi motivasi untuk keluarga penerima manfaat lainnya agar dapat keluar dari kemiskinan.

Dikirim Nama : NUR RAHMAWATI S, PPKH KOTA CIREBON/ SUPERVISOR

 

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Tags:

Category: PKH Inspiration

Close