Cerita Perjalanan Dampingan Penerima Manfaat PKH

| September 3, 2018 | 0 Comments | Dibaca 30.105 kali

Hari itu adalah hari Minggu  Dimana saya sebagai pendamping PKH melaksanakan tugas dengan  mengunjungi salah satu rumah KPM PKH yang beralamat di Desa Koto Kandis atau yang biasa kami sebut Desa Seberang. Desa Seberang adalah satu-satunya desa yang terpisah karena dipisahkan oleh alur sungai batang hari, sehingga ketika akan memasuki desa tersebut harus menggunakan pompong (kapal tongkang).

Saat saya sedang dalam perjalanan menuju rumah KPM PKH sebelum menyeberang cuaca masihlah terang benderang, namun saat diatas pompong dan masih ditengah2 sungai hujan pun turun dengan sangat derasnya. Sampailah saya di Dermaga Koto Kandis (Dermaga Desa Seberang). Tak pantang menyerah saya pun melanjutkan perjalanan melawan hujan deras. Niat hati saya akan berteduh saja dirumah KPM PKH yang akan saya tuju nanti.




Jalan menuju Desa Seberang

Dermaga Desa Kota Kandis Dendang (Dermaga tempat menyeberang menuju Desa Koto Kandis )

Nah.. sampailah saya dirumah KPM PKH ibu Nurlela yang beralamat di RT 22 Dusun Lagoa Desa Koto Kandis.  Saya sangat lega karena saya bisa berteduh dirumah ini pikir saya. Ketika saya masuk kedalam rumah, ibu Nurlela pun pamit kedalam kamar dan dapurnya mengambilkan saya handuk dan akan membuatkan teh panas untuk saya. Namun saat ibu Nurlela sedang didalam, tiba-tiba saya sedih dan menitikkan air mata (saya menangis) pasalnya, niat saya adalah saya kehujanan disepanjang jalan dan saya ingin sekali berteduh dirumah KPM PKH ini.. namun saat saya duduk diruang tamu ibu Nurlela, saya ketetesan air, saya terenyuh kenapa didalam rumah pun saya masih kehujanan.. ternyata rumah ibu Nurlela atapnya pada bocor semua.

Kemudian datanglah ibu Nurlela membawakan handuk, pakaian ganti, dan teh panas untuk saya. Beliau bertanya kepada saya, kenapa saya menangis?? Apakah sedang sakit??.. saya hanya tersenyum dan kembali bertanya kepada beliau, bagaimana kalu hujan seperti ini terjadi saat malam hari ibu?? Bagaimana ibu Nurlela bisa melewati keadaan seperti ini??… beliau menjawab dengan santainya “ya dinikmatin saja bu, hujan kan pasti berhenti dan yang basah bisa di lap jadi kering”..

Saya sebagai pendamping merasa sangatlah kecil sekali dibanding Ibu Nurlela dengan single parrent memiliki 2 orang anak sekolah. Kebahagiaan hanya ada didalam diri kita masing-masing. .

Pendamping bersama Ibu Nurlela di Kediamannya Dok By :   Ns. Triwiji Estiningsih, S.Kep., Pendamping PKH Kec. Dendang Kab. Tanjung Jabung Timur – Jambi

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: PKH Inspiration

Close

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

No thanks. I don't want.