Ekonomi Semakin Membaik, Ratusan KPM Diwisuda

Oleh | Pada April 23, 2019

Batang – Puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang hadir dalam rangka Gelegar Program Keluarga Harapan (PKH) mendapat bingkisan spesial dari Bupati Batang Wihaji di Lapangan Desa Pangempon, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Minggu (21/4/2019).

Bingkisan itu sebagai tanda terimakasih kepada mereka yang telah lulus dari PKH dan secara sukarela mau mengundurkan diri dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM). 

Sejumlah Ibu ini dulunya merupakan penerima manfaat PKH dari 2 Kecamaatan, yakni Kecamatan Bawang dan Kecamatan Reban dengan beralasan ekonomi sudah membaik mereka memutuskan untuk keluar dari program PKH.



Juwariyah, 30 tahun salah satu perwakilan dari Kecamatan Reban Desa Polodoro, bersama puluhan rekannya mengatakan mendapatkan bantuan program PKH sejak tahun 2013.

“Uang dari PKH sepenuhnya saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari disamping untuk modal usaha, Allhamdulilah setelah bekerja keras memutarkan uang tersebut kini toko sembako yang saya buka di rumah sudah berjalan dan mampu memenuhi kebutuhan saya dan keluarga,” ujarnya.

Juwariyah mengaku, sudah merasa mampu dan mempunyai pekerjaan, sehingga memutuskan untuk keluar dari PKH tanpa ada paksaan dari siapapun.

“Harapannya ada teman-teman lain yang mengikuti jejaknya untuk keluar dari PKH, agar belajar hidup mandiri tanpa ada ketergantungan bantuan PKH. Jujur saya merasa malu karena ada yang lebih berhak medapatkan dari pada kita yang masih muda yang masih produktif, seperti jompo, atau janda yang sudah tua,” jelasnya.

Bupati Batang Wihaji yang hadir bersama istri pada acara ini mengaku bangga dan sangat bersyukur dapat mewisuda para KPM. Rata-rata mereka yang saat ini masih menerima bantuan menginginkan kaya, tapi masih berharap bantuan dari Pemerintah.

Gelegar PKH lanjutnya, juga bertujuan untuk memupuk semangat kebersamaan senasib sepenangungan sesama warga yang kurang beruntung, tetapi juga ingat kepada teman lain yang belum mendapatkan PKH. Selain itu, hal yang paling penting dari wisuda ini adalah menumbuhkan kesadaran bagi para penerima manfaat untuk tidak menerima lagi, tetapi bergantian ke masyarakat lain yang lebih membutuhkan bantuan.

“Ini adalah bagian semangat dari para pendamping PKH untuk memotong masyarakat yang kurang beruntung, jangan sampai generasi kedepan bernasib sama seperti orang tuanya,” ujarnya.

Ia menyampaikan ke depan akan kita akan integrasikan dari sekian para penerima manfaat PKH untuk ikut bergabung dengan program seribu wirausaha baru. Sehingga, disitu ada keberlangsungan dari mantan KPM maupun yang masih aktif untuk berusaha memperbaiki perekonomian keluarganya.

“Saya selalu mendoakan warga yang bernasib kurang beruntung semoga kelak ada perubahan perekonomian yang lebih baik lagi,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Djoko Tetuko mengatakan, kegiatan wisuda ini merupakan kali kedua setelah tahun pertama dilaksanakan di Kecamatan Wonotunggal dengan mewisuda 200 peserta KPM dan ditahun kedua kita mewisuda 217 peserta KPM.

“Jumlah peserta wisuda dari program PKH tidak bisa drastis, mengingat perlu kesadaran yang tinggi dari penerima KPM, namun para teman-teman pendamping PKH selalu berjuang untuk mendampingi baik penerima KPM maupun mantan KPM untuk hidup yang lebih baik lagi,” jelasnya. (Humas Batang, Jateng/Edo)

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags:

Category: Kisah Ispirasi PKH

Close