Ganasnya “Medan Tempur” Pendamping PKH

Mari sadari bangsa ini besar
harus dibangun oleh orang-orang tegar
kita tingkatkan komitmen dan dukungan
Tuk mencapai Indonesia Jaya

Sepenggal lirik dari lagu mars PKH ini sepertinya benar – benar terjadi di dunia nyata karena dalam prakteknya di lapangan, banyak Pendamping PKH yang menemukan medan yang luar biasa dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang Pendamping PKH.

Menjadi seorang Pendamping PKH adalah menjadi manusia benar – benar yang tangguh dan tegar dalam menghadapi segala macam tantangan yang ada di lapangan. Seorang Pendamping PKH juga harus siap dengan ritme kerja yang tidak teratur dan harus siap bekerja secara purna waktu.




Kalimat itulah yang sering disampaikan oleh pak Harry Hikmat, Direktur Jenderal Jaminan Sosial Keluarga di setiap ada kesempatan bisa bertemu dengan para Pendamping PKH baik dalam acara formal maupun informal. Hal ini bukan tanpa alasan karena beliau sudah banyak mendengar kisah – kisah Pendamping PKH di lapangan.

Hal ini sangat bisa dimaklumi karena kondisi geografis Indonesia yang memiliki bentang alam atau bentuk permukaan bumi yang ada di daratan berbeda – beda. Ada yang di dataran tinggi, dataran rendah, daerah pantai dan kepulauan. Hal ini tentunya memberikan tantangan yang berbeda – beda pada Pendamping PKH yang bertugas di sana.

Dalam melaksanakan tugasnya, seringkali Pendamping PKH harus menempuh jalanan rusak dan berlumpur demi mencapai desa tujuan di mana para KPM binaannya berada.

Tidak jarang pula, Pendamping PKH menggunakan perahu untuk menyusuri sungai di pedalaman pulau Sumatera dan Kalimantan. Hal ini tentunya memberikan nuansa petualangan yang tidak bisa digambarkan dengan kata – kata.

Namun adakalanya daerah yang hendak dituju itu tidak bisa di akses kendaraan bermotor, sehingga satu satunya jalan Pendamping PKH harus berjalan menyusuri lebatnya hutan dan naik turun bukit.

Tantangan bagi Pendamping PKH tidak hanya berhenti di situ. Adakalanya, ketika Pendamping PKH sudah bertemu dengan sungai yang tidak bisa dilintasi oleh kendaraannya maka menyeberangi sungai dengan jembatan gantung adalah cara terbaik yang bisa dilakukan. Jembatan gantung yang dibuat dengan seadanya oleh penduduk setempat sangat memacu adrenalin bagi siapapun yang melintasinya.

Bagi kawan – kawan Pendamping PKH di daerah Indonesia Timur, bukan hal yang aneh lagi ketika mereka harus menyewa kapal boat demi mencapai pulau di mana KPM yang didampinginya tinggal. Kondisi geografis yang berupa daerah kepulauan membuat cara ini menjadi satu – satunya cara yang harus ditempuh mereka demi menuntaskan tugas mereka.

Sejatinya, masih banyak ribuan kisah dari para Pendamping PKH yang berada di lapangan, baik yang berada di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan. Semua memberikan kesan pada kisahnya sendiri – sendiri. Disadari atau tidak, kisah – kisah ini bisa memberikan semangat kepada para Pendamping PKH di daerah lainnya. Semua ini karena para Pendamping PKH itu sudah menjadi satu ikatan keluarga besar PKH Indonesia.

Sungguh mereka adalah pahlawan – pahlawan bagi masyarakat miskin yang ada di Indonesia. Berbekal tekad dan niat yang kuat, mereka pantang menyerah memerangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan KPM. Hal ini sejalan dengan visi dan misi PKH untuk memutus dan mengentaskan kemiskinan. Mereka ada untuk Indonesia karena memang PKH Untuk Indonesia. Salam hormat kepada seluruh kawan – kawan yang sudah berdedikasi penuh untuk PKH!

#PKH Memang Beda

#PKH Untuk Indonesia

(Guruh Andrianto)

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Komentar

Category: PKH Inspiration

Close