Ini Dia Pemenang Kompetisi Video Testimoni Program Keluarga Harapan (PKH) 2019

Oleh | Pada Mei 9, 2019

Pendamping Tabalong terbaik kompetisi video testimoni PKH Tenaga pendamping dari Kecamatan Upau Kabupaten Tabalong Sri Wahyu Astuti meraih predikat terbaik kompetisi video testimoni Program Keluarga Harapan tingkat nasional.

Dalam video berjudul Anakku Semangatku menampilkan satu penerima bantuan PKH dari Desa Masingai I Kecamatan Upau Marleni (30) yang menderita tuna rungu.

Dengan bahasa isyarat petani karet ini mengungkapkan rasa terima kasihnya atas bantuan dana PKH kepada Presiden Jokowi dan Menteri Sosial.



Kadinsos Kabupaten Tabalong Yuhani (dua dari kiri) bersama tenaga pendamping PKH Kecamatan Upau Sri Wahyu Astuti usai menerima penghargaan.dari Kementerian Sosial. Foto Antaranews.Kalsel/ist (Istimewa)

“Alhamdulillah video testimoni saya bisa meraih juara pertama tingkat nasio nal,” jelas Sri.

Melalui video ini Sri ingin mengenalkan sosok Marleni sebagai ibu yang tangguh dan tegar dengan keterbatasannya dan tidak pernah mengeluh menjalani hidup yang serba kekurangan.

Sri termotivasi mengikuti kompetisi tersebut untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada Program Keluarga Harapan yang mana kehadirannya benar – benar menyentuh masyarakat kurang mampu.

 “Video ini bukti nyata PKH sudah menyentuh mereka yang membutuhkan bantuan,” ungkap Sri yang bergabung sebagai pendamping PKH sejak 2016.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabalong Yuhani mengatakan karya Sri berhasil mengalahkan 20 ribu peserta lain se – Indonesia. Penghargaan bagi Sri diserahkan pada Rakor PKH nasional di Jakarta beberapa waktu lalu.

Anakku Semangatku

Lihat postingan ini di Instagram

Anakku semangat ku Ibu adalah wanita hebat, malaikat bagi anak-anaknya keterbatasan dan kekurangan bukanlah penghalang bagi seorang ibu untuk berputus asa akan masa depan anak-anaknya. Dialah salah satu dari wanita hebat itu Ibu Marleni dari Desa Masingai 1 Kecamatan Upau, sosok wanita kuat dan tegar. Tunawicara bukanlah penghalang bagi ibu Marleni untuk melanjutkan hidup dan bekerja keras setelah di tinggal pergi oleh sang suami, Aldi dan Aliando lah yang menjadi semangat dan kekuatannya. Bekerja sendiri sebagai buruh petani karet, kadang cukup kadang tidak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membeli susu untuk anak yg masih balita bahkan apabila ada keperluan sekolah yang mendesak. Tidak pernah ada kata menyesal ataupun mengeluh dalam menjalani kehidupan ini karena beliau selalu bersyukur dan berprasangka baik dengan rencana Allah SWT, yang terpenting baginya asalkan anak saya bisa makan dan sekolah tutur beliau. Ibu Marleni sangat bersyukur menjadi salah satu Keluarga Penerima Manfaat bantuan Sosial PKH (Program Keluarga Harapan) karena dengan bantuan ini bisa membantu mengurangi beban keluarga dalam memenuhi gizi Aliando dan keperluan sekolah Aldi demi masa depan yang lebih baik dan Mandiri. Beliau tidak lupa bersyukur Kepada Allah SWT dan berterimakasih atas perhatian Pemerintah, Bapak Jokowi – JK dan Kementrian Sosial RI atas kenaikan besaran bantuan sosial PKH di Tahun 2019. https://video.kemsos.go.id/video/anakku-semangat-ku ➖➖➖➖➖➖ #pkh #kemsos #pkh2019 #socialworker #pekerjasosial #keluargaharapan #pendampingsosial #pendampingsosialpkh _______________________ | ikuti kami di @keluargaharapan | web keluargaharapan.com 🤚salam PKH NUSANTARA👋 #programkeluargaharapan

Sebuah kiriman dibagikan oleh PROGRAM KELUARGA HARAPAN – PKH (@keluargaharapan) pada


 Sumber pkh.kemsos.go.id/?pg=detail_berita&id=204

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Tags: ,

Category: Kisah Ispirasi PKH

Close