Kartini dan Ruh Pemberdayaan

Oleh | Pada April 21, 2018

Dalam setiap peringatan hari kartini, terbayang ibu ibu memakai pakaian kebaya, pakaian khas indonesia. Tapi tahukah kita, bahwa kartini muda adalah sosok pribadi yang tidak pernah berhenti belajar dan mengasah keterampilan. Kartini muda, belajar tentang agama, sosial, politik, dan pemberdayaan masyarakat. Dia adalah penganut islam yang taat, paham dan menjiwai ajarannya.

Karya tulis kartini, habis gelap terbitlah terang, menjadi pertanda betapa dalamnya wawasan kartini tentang ilmu, dan memandang pentingnya berilmu. Kecerdasan kartini di dalam memahami kondisi sosial dan politik pada zamannya, menjadikan kartini pintar dalam merumuskan peran peran yang harus diambilnya. Kartini muda, tidak berdiam diri atas kondisi yang ada. Namun ia lakukan peran dan bersungguh sungguh dalam mengangkat harkat dan martabat kaum dan bangsanya.

Semua peran dilakukan oleh kartini, sebab dia menyadari bahwa dengan kebangkitan kaum perempuan diharapkan akan melahirkan perubahan dan kemerdekaan. Kata kuncinya untuk melahirkan perubahan dan kemerdekaan adalah pada pemberdayaan kaum perempuan. Dengan pengajarannya ia terbukti telah memberdayakan kaum dan bangsanya dari kebodohan.



Kaum perempuan ia cerdaskan dan ia jadikan sebagai perempuan yang terampil. Cerdas dan terampil, keduanya penting dimiliki perempuan untuk kemandirian dirinya, keluarganya, masyarakatnya, lingkungannya, bangsanya. Kartini telah berhasil membuat kaum perempuan bersekolah, perempuan yang belajar. Sehingga perempuan semakin kesini dalam perkembangannya semakin tampil diluar, di ranah publik. Kartini berhasil membawa perempuan keluar dari ruang private ke ruang publik. Dari sekedar mengurus dirinya dan keluarganya, dan kini perempuan menambah perannya di ruang bersama, peran publik. Termasuk dalam hal ini perempuan sudah lazim menduduki jabatan jabatan publik, yang dulu tidak lazim diduduki perempuan.

Dahulu kartini memberdayakan kaum perempuan, dan hasilnya sekarang bisa kita lihat, perempuan menjadi kaum yang terdidik, terampil, berwawasan dan tidak sedikit dari mereka yang memiliki kedudukan posisi yang bagus. Pekerjaan memberdayakan perempuan yang telah dilakukan kartini belum selesai, sebab tidak sedikit perempuan yang ada, masih belum terampil, kurang pendidikan, dan akibatnya, mereka menjadi manusia yang kurang memiliki daya tawar. Di mata keluarga, perempuan yang tidak memiliki daya tawar, tidak jarang disepelekan keberadaannya. Sebab tidak terdidik dan kurang terampilnya perempuan, membuat keluarga lambat terentas dari garis kemiskinan. Peringatan hari kartini, mari kita gunakan sebagai momentun pemberdayaan kaum perempuan. Agar kehormatan, harga diri, dan kemerdekaan kaum perempuan dapat tegak. Selamat hari kartini, semoga peran perempuan kedepan semakin gemilang.

Oleh: Tamam Choiruddin
(Pendamping pkh kecamatan laren kabupaten lamongan)

Join our list

Masukan Email aktif anda dan dapatkan pemberitahuan lewat email

Selamat Cek email Klik * Konfirmasi Ikuti*

Something went wrong.

Category: Berita Utama

Close