WAJIB DIPEGANG teguh oleh rekan-rekan para narasumber PKH

| Oktober 2, 2016 | 0 Comments | 3.850 views

Satu hal yang WAJIB DIPEGANG teguh oleh rekan-rekan para narasumber PKH di lapangan, mari pisahkan antara ATURAN yang TERTERA dengan PERASAAN yang MELANDA. Kasus apapun yang terjadi di lapangan KEMBALIKAN KE ATURAN TERTERA, hindari bias dengan “RASA”. Jika aturan yang ada masih belum mengakomodir “PERASAAN” yang melanda di lapangan maka itu ranahnya evaluasi untuk diperbaiki di kemudian hari. Namun untuk saat ini mari fokus pada aturan yang tertera, karena yang menjadi bahan pemeriksaan adalah ATURAN bukan PERASAAN.
Mari kita Mari kita kuliti Pedoman Pelaksanaan PKH Tahun 2016:

  1. “Kehamilan keempat dan berikutnya tidak dihitung sebagai komponen penerima bantuan.”
    Tidak ada keterangan tentang status pasca kehamilan (keguguran, melahirkan mati/hidup). Jika saat divalidasi ternyata peserta PKH hamil yang keempat maka NON ELIGIBLE.
  2. Apa filosifi New Initiative PKH 2016? Mengapa harus ada penambahkan komponen disabilitas berat dan lansia 70+?  “Pengeluaran keluarga miskin dapat meningkat manakala mereka memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas berat dan atau lanjut usia tidak produktif (70 tahun ke atas). Jika penanganan khusus tidak diberikan kepada anggota keluarga yang mengalami ketergantungan total tersebut, dikhawatirkan peruntukkan dana bantuan bersyarat yang diterima keluarga miskin akan juga mengalir kepada penyandang disabilitas berat dan lanjut usia yang menjadi beban keluarga bersangkutan.” “New Initiatives PKH salah satunya diwujudkan dengan menyediakan komponen bantuan kepada anggota keluarga PKH yang menyandang disabilitas berat dan lanjut usia berumur 70 tahun ke atas. Dengan perspektif baru ini maka bantuan pelayanan PKH tidak hanya mencakup komponen kesehatan dan pendidikan bagi ibu hamil dan anak, tetapi juga mencakup komponen kesejahteraan sosial berupa dana untuk pemeliharaan pendapatan (income maintenance) khususnya bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia.” (Sumber: Pedoman Pelaksanaan PKH 2016, Bab I Latar Belakang sub Bab New Initiative) Jadi jelas bahwa NEW INITIATIVE PKH ditujukkan untuk mengurangi beban keluarga yang memiliki anggota keluarga penyandang disabilitas berat dan atau lanjut usia TIDAK PRODUKTIF (70 tahun ke atas). Sehingga lansia yang masih produktif, hidup sendiri tidak membebani keluarga TIDAK MASUK KATEGORI mendapat bantuan PKH. Mungkin ke depan ini menjadi ranah program lain. Fokus New Initiative PKH tahun ini PKH menyisir lansia yang hidupnya bergantung dalam keluarga, sehingga dapat meringankan beban keluarga yang mengurusinya.
  3. *SUPA (Surat Undangan Pertemuan Awal) Calon penerima manfaat PKH yang mendapat SUPA memiliki 2 hak yaitu hak untuk hadir dalam pertemuan awal (sosialisasi PKH) dan hak untuk DIVALIDASI sesuai kategori kepesertaan PKH. Jika tidak hadir, maka pendamping mendatangi kembali rumah calon tsb. Jika saat divalidasi tidak memenuhi kategori maka ia NON ELIGIBLE.  Jadi HANYA yang mendapat SUPA yang memiliki peluang ELIGIBLE, namun tidak semua yang mendapat SUPA otomatis ELIGIBLE. Tercantum dalam dalam formulir validasi 6 pertanyaan “penyaring”. 5 untuk yang NON ELIGIBLE dan HANYA 1 yang ELIGIBLE.

Semoga bermanfaat agar rekan2 dapat copy paste sesuai kebutuhan dan disampaikan di lapangan.

Comments

comments



Tags:

Category: PKH TERKINI

Close